Sabtu, 09 Maret 2019

Karya Tulis Ilmiah Wayang Krucil Dalam Upaya Pelestarian Warisan Sejarah dan Kebudayaan Melalui Teknologi

 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Permasalahan
Wayang adalah salah satu warisan kebudayaan di Indonesia yang memiliki banyak sekali macamnya. Seperti wayang kulit, wayang golek, wayang krucil, wayang tengul dan lain sebagainya. Setiap wayang tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Biasanya wayang digunakan sebagai hiburan, upacara-upacara adat dan tradisi masyarakat. Di Indonsia wayang kulitlah yang sangat dikenal. Oleh karena itu, kami ingin memperkenalkan kembali wayang yang sekarang sudah mulai hilang di kehidupan masyarakat yaitu WAYANG KRUCIL.
Wayang krucil yang kami ambil dalam karya tulis ilmiah ini adalah Wayang Krucil dari Bojonegoro dan Kediri. Di Bojonegoro wayang krucil terbuat dari kayu dengan alat-alat yang digunakan masih tradisional. Sedangkan di Kediri wayang krucil tersebut di buat inovasi baru, yaitu terbuat dari triplek dan kertas karton. Dalam pembuatannya juga menggunakan alat yang sudah modern. Dalam karya tulis imliah ini, kami akan menjelaskan cara pembuatan wayang tersebut, sampai cara melestarikannya melalui teknologi. Sebelum langkah ini ditempuh, terlebih dahulu akan dipaparkan beberapa hal yang berkenaan dengan judul karya tulis ilmiah ini.
B. Alasan Pemilihan Judul
1. Alasan Obyektif
Wayang krucil di Indonesia tidak terlalu di kenal masyarakat. Hal ini karena wayang krucil jarang digunakan ketika ada acara. Sehingga keberadaan wayang krucil mulai punah dan jarang ditemukan.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan Wayang krucil.
Pengrajin dan Dhalang wayang krucil mulai sulit ditemukan.
2. Alasan Subyektif
Menurut pengamatan penulis yang didasarkan pada beberapa objek yang dituju, belum ada yang mengangkat permasalahan ini dalam bentuk karya tulis ilmiah. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengungkapkan seberapa jauh wayang krucil dilestarikan seiring dengan perkembangan tehnologi yang mempengaruhi nasib kesenian wayang krucil.
Penulis ingin mengetahui kebenaran sejarah punahnya wayang krucil yang ada di Bojonegoro dan Kediri
Penulis ingin mengetahui lebih jauh mengenai wayang krucil dari Bojonegoro dan Kediri ini.

C. Batasan Judul dan Rumusan Masalah
Untuk memperjelas permasalahan dan menghindari salah pengertian, maka penulis perlu menguraikan beberapa kata penting dari judul karya tulis ilmiah.
WAYANG. Wayang adalah seni pertunjukkan boneka dari kayu maupun kulit yang merupakan kesenian asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali.
WAYANG KRUCIL. Wayang krucil adalah kesenian khas Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang terbuat dari bahan dasar kulit dan berukuran kecil. Seiring perkembangan zaman, wayang ini dibuat menggunakan bahan kayu pipih (dua dimensi) yang kemudian dikenal sebagai Wayang Klithik.
UPAYA.Upaya yaitu usaha; ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya); daya upaya.
PELESTARIAN. Pelestarian dalam Kamus Bahasa Indonesia berasal dari kata lestari, yang artinya adalah tetap selama-lamanya tidak berubah. Kemudian dalam penggunaan bahasa Indonesia, penggunaan awalan pe- dan akhiran –an artinya digunakan untuk menggambarkan sebuah proses atau upaya (kata kerja).
SEJARAH. Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία,  historia, yang berarti "penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian") adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad,  hikayat,  riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.
KEBUDAYAAN. Kebudayaan/ke·bu·da·ya·an/ n  hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; Antar keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
TEKNOLOGI. Teknologi memilki arti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan / keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Bertolak dari batasan judul di atas, maka dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut :
Bagaiman sejarah wayang krucil di Indonesia ?
Siapa saja tokoh-tokoh wayang krucil ?
Bagaimana upaya pelestarian wayang krucil melalui teknologi ?
D. Ruang Lingkup dan Segi Peninjauan
Agar diperoleh suatu gambaran yang tegas dan komprehensif dalam mengkaji wayang krucil dalam upaya pelestarian warisan sejarah dan kebudayaan melalui teknologi. Penulisan menitikberatkan pada latar belakang yang meliputi sejarah wayang krucil, tokoh-tokoh wayang krucil, Pagelaran wayang krucil, dan upaya pelestarian wayang krucil melalui teknologi sehingga dapat menimbulkan rasa kebangkitan generasi penerus bangsa untuk lebih melestarikan wayang krucil.  Dalam penyajiannya, penulisan sejarah ini menggunakan pendekatan multi dimensional serta menggunakan pendekatan politik, sosiologis dan structural. Dengan penggunaan tiga macam pendekatan ini, dimaksudkan untuk menghasilkan penulisan yang bersifat komprehensif.
E. Sumber yang Digunakan
Bobot dari suatu karya tulis ilmiah sangat ditentukan oleh sumber-sumber yang digunakan. Secara garis besar, sumber dibedakan menjadi dua, yaitu sumber primer dan sekunder.
Sumber Primer
     John W. Best mendefinisikan sumber primer sebagai “cerita atau penuturan atau catatan para saksi mata atau juga data tersebut dilaporkan oleh pengamat atau partisipan yang benar-benar menyaksikan peistiwa itu  (John W. Best).  Adapun sumber-sumber primer yang digunakan antara lain :
Penelitian atau pengamatan langsung tentang pembuatan wayang krucil di Bojonegoro dan Kediri.
Wawancara dengan mewawancarai tokoh-tokoh tertentu yang masih perduli dan mau melestarikan wayang krucil. Diantaranya wawancara dengan mbah Sukijah dhalang putrid dari Bojonegoro, mbah Santoso pengrajin wayang dari Bojonegoro, dan Pak petrus pelestari dan pengrajin wayang dari Kediri.

Sumber Sekunder
     John W. Bes mendefinisikan sumber sekunder sebagai “cerita atau penuturan atau catatan mengenai suatu peristiwa yang tidak disaksikan  oleh pelapor. Pelapor mungkin pernah berbicara dengan saksi mata yang sebenarnya atau membaca laporan/berita/catatan saksi mata tetapi kesaksian pelapor itu tetap bukan kesaksian saksi mata tersebut (John W. Best) Sedangkan sumber skunder yang penulis gunakan adalaah sebagai berikut :
Wijiyo, Alice. 2012. Jagad Wayang Klithik. Siwalankerto: Desain Komunikasi Visula Universitas Kristen Petra.
Setya, Yuwana. 2000. Wayang Krucil Sebagai Seni Pertunjukan Rakyat. Surabaya: Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur.
F. Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
Merupakan sarana latihan bagi penulis untuk mempraktekkan metodologi penelitian sejarah dan histografi yang diperoleh, sehingga disiplin ilmu sejarah akan selalu berkembang baik secara kualitas maupun kuantitas.
Melatih daya pikir kritis-analitis dan objektif terhadap fenomena dan realitas yang ada dimasyarakat, yang diharapkan dapat meningkatkan sifat kepekaan sosial.

Tujuan Khusus
Untuk menambah dan memperluas cakrawala ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang sejarah hasil kebudayaan kesenian wayang.
Untuk memberikan gambaran yang tegas, jelas, dan mendalam, yang menguraikan tidak hanya apa dan kapan tetapi juga menguraikan mengapa dan bagaimana upaya pelestarian warisa sejaraah dan kebudayaan (wayang krucil) melalui teknologi.
Untuk mengetahui bagaimanaa nasib kesenia wayng krucil di Indonesia seiring berkembangnya teknologi diera modern ini.
G. Kegunaan Penulisan
Bagi Pembaca
Dengan mempelajari karya tulis ilmiah ini, pembaca diharapkan akan lebih memahami dan mendapatkan gambaran yang benar dan objektif tentang upaya pelestarian warisan sejarah dan kebudayaan (wayang krucil) melalui teknologi.
Pembaca diharakan dapat mengambil pelajaran yang positif dari karya tulis ilmiah ini sehingga para pembaca dapaat melestarikan warisan sejarah dan kebudayaan (wayang krucil) melalui teknologi seiring berkembangnya teknologi diera modern ini.

Bagi Penulis
Karya tulis ini merupakn alat evaluasi bagi penulis tentang kemampuan intelektual dalam penulisan sejarah.
Penulis dapat mengkaji upaya pelestarian warisan sejarah dan kebudayaan (wayang krucil) melalui teknologi, sehingga menambah nuansa kesejarahan bagi penulis dan diharapkan dapat bersikap lebih dewasa, arif, dan bijaksana dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang ada.

BAB II
METODE PENELITIAN

A.Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal 24 November 2016. Penelitian ini dilakukan di Bojonegoro dan Kediri. Kegiatan, waktu dan tempat penelitian sebagai berikut :
KEGIATAN
TANGGAL
KETERANGAN

Penelitian di rumah Mbah Dalang Sukijah Bojonegoro
24-25 November 2016
Penelitianacara pagelaran Ruwatan wayang krucil

Penelitian pertama di rumah Mbah Dalang Santoso Bojonegoro
15 Desember 2016
Wawancara mengenai wayang krucil Bojonegoro

Penelitian kedua di rumah Mbah Dalang Santoso Bojonegoro
24 Desember 2016
Pembuatan Wayang Krucil

Penelitian di rumah Pak Petrus Kediri
25-26 Desember 2016
Pembuatan Wayang Krucil Kreasi Baru dari Triplek


B. Populasi dan Sampel
Dalam setiap penelitian tak dapat terlepas dari populasi dan sempel. Populasi dan sempel merupakan hal terpenting dalam penelitian. Dimana keduanya sebagai objek yang diteliti dalam penelitian.
Populasi Penelitian
Populasi adalah himpunan yang lengkap dari satuan, individu atau elemen-elemen yang karakteristiknya ingin kita ketahui. Banyaknya individu atau elemen yang merupakan anggota populasi disebut sebagai ukuran populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah berbagai jenis wayang krucil yang ada di Bojonegoro dan wayang triplek yang ada di Kediri.
Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian anggota populasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Dengan kata lain, sampel adalah himpunan bagian dari populasi Sampel dari penelitian ini adalah para dhalang dan pengrajin wayang dari Kediri dan Bojonegoro, yaitu mbah Sukijah, mbah Santoso, dan pak Petrus.
C.  Metode Pengumpulan Data
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dalam penelitian kualitatif  peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori. Pengumpulan data pada penelitian kualitatif ini dapat diperoleh melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara.
a. Observasi
     Observasi yang dilakukan berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan langsung dengan Wayang Kruci, pembuatan wayang krucil, pagelaran wayang krucil pada saat ruwatan, serta upaya pelestariannya. Pengamatan dilakukan dengan melihat tekstual dan kontekstual keseluruhan objek. Tekstual berkaitan dengan stuktur, unsur-unsur, estetika, maupun arstistik wayang krucil, sedangkan kontekstual berkaitan dengan pelestaraian wayang tersebut. Pengamatan dilengkapi dengan pendokumentasian, sehingga pengamatan tidak hanya dilakukan saat pembuatan tersebut berlangsung, namun pengamatan dapat dianalisa melalui hasil pendokumentasian.
b. Studi Pustaka
     Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data tertulis yang berhubungan dengan topik penelitian. Data-data tertulis dapat diperoleh dari media cetak baik dalam bentuk artikel, makalah, maupun jurnal. Studi data tertulis juga didapat dari buku-buku tertentu, diantaranya buku yang berjudul “Wayang Krucil” karya Setya Yuwana dan buku yang berjudul “Jagad Wayang Klithik” karya Alice Wijoyo. Beberapa buku dan sumber tersebut diharapkan dapat memepermudah kami dalam mendapatkan informasi berupa data tertulis yang berkenaan dengan Wayang Krucil.
c. Wawancara
     Wawancara merupakan cara-cara untuk memperoleh data dari narasumber primer maupun sekunder yang berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan langsung dengan topik penelitian. Wawancara pada narasumber primer dapat diperoleh dari dalang dan pengrajin Wayang Krucil di Bojonegoro dan Kediri. Adapun wawancara narasumber sekunder dilakukan kepada para informan yang berkaitan dan berkompeten dengan topik penelitian seperti tokoh masyarakat yang melestarikan Wayang Krucil. Wawancara dilengkapi dengan pendokumentasian, baik audio maupun video. Metode wawancara yang digunakan adalah metode wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang telah direncanakan, baik prosedur penelitian, pertanyaan maupun waktu untuk melakukan wawancara. Metode wawancara tersebut dilakukan agar dapat memperoleh informasi yang mendalam dan terbuka. Adapun para narasumber tersebut adalah Mbah sukijah dari Bojonegoro yang merupakan Dhalang putri, Mbah Santoso dari Bojonegoro selaku Dhalang dan Pembuat wayang krucil. Pak Petrus dari Kediri selaku tokoh masyarakat yang melestarikan wayang krucil dan mampu membuat inovasi wayang dari Triplek
D. Metode Penulisan
Teknik penulisan data sejarah yang dipakai adalah metode penulisan kritis, ini diadakan berdasarkan pada cara kerja penyusunan rekontruksi sejarah yang mengharuskan seorang peneliti sejarah melakukan dua kerja, yaitu penelitian sejarah itu sendiri dan penulisan sejarahnya (Surjomihardjo, 1985 : xiii). Menurut Nugroho Notosusanto ada empat langkah kegiatan dalam metode sejarah, yaitu :
Heuristik, yakni kegiatan menghimpun jejak-jejak masa lampau yang dikenal sebagai data-data sejarah.
Kritik sejarah, yakni kegiatan meneliti apakah isinya, hingga benar-benar merupakan fakta-fakta sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Interpretasi atau Sintesa, yakni menetapkan makna yang saling berhubungan dari fakta-fakta sejarah yang diperoleh, setelah diterapkan kritik ekstern maupun kritik intern dari data-data yang berhasil dikumpulkan.
Penyajian, yakni yakni menyampaikan sintesa yang diperoleh dalam bentuk suatu karya sejarah (Nugroho Notosusanto).
Dengan demikian dapat dikemukakan di sini bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis mencoba menerapkan metode historis yang yang di dalamnya mencangkup proses pengumpulan dan penafsiran gagasan, data, atau peristiwa yang timbul untuk memahami sejarah. Secara kronologis prose situ dimulai dari mencari dan mengumpulkan sumber, melakukan kritik atsu uji terhadap sumber, membangun kesimpulan sementara dan terakhir menyusun kesimpulan menjadi suatu kisah sejarah.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Sejarah Wayang Krucil
Wayang krucil atau wayang klithik adalah pertunjukan boneka datar dua dimensi yang terbuat dari kayu yang diukir dan diberi warna. Hanya lengannya yang terbuat dari kulit yang dapat digerakkan. Sering kali kepala terlihat lebih bulat.
Awalnya wayang krucil terbuat dari kulit seperti wayang kulit, hanya bentuknya lebih kecil sehingga disebut krucil. Baru pada perkembangan selanjutnya, bahan yang digunakan adalah kayu sehingga dinamai wayang klithik. Bahan kayu yang digunakan adalah kayu pule atau mentaos. Jenis kayu ini memiliki serat kayu yang halus yang sangat cocok untuk dijadikan wayang. Sayang, saat ini kayu ini semakin susah didapat.
Dari Serat Sastramiruda, kita bisa mengetahui bahwa wayang krucil pertama kali dibuat oleh Ratu Pekik di Surabaya pada 1571 Saka (1648 M). Dalam sejarahnya, wayang ini pernah mencapai masa kejayaannya dan populer di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti di Nganjuk, Kediri, dan Malang.
Wayang Krucil memiliki ketebalan 2-3 centimeter, bentuknya mengarah tiga dimensi. Dengan bentuk ini, karakter pada wayang krucil terkesan lebih bernyawa jika dibandingkan dengan wayang kulit.
Di Jawa Tengah, wayang krucil menjadi kesenian khas Kabupaten Blora. Di sini, bentuknya mirip dengan wayang gedog. Sementara di Jawa Timur, tokoh-tokohnya banyak yang menyerupai wayang kulit purwa, raja-rajanya bermahkota dan memakai praba.
Cerita yang dimainkan dalam pementasan wayang krucil bersumber dari berbagai kisah. Yang terkenal adalah Serat Damarwulan, legenda dari kerajaan Majapahit. Bagian yang paling disukai adalah terbunuhnya Minakjingga. Kisah populer lainnya adalah Mahabharata, kisah Panji Asmorobangun, dan cerita Menak.
B. Tokoh Wayang Krucil
Wayang krucil memiliki banyak lakon atau tokoh. Tokoh satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan baik dari nama, bentuk, maupun ukuran. Tokoh satu dengan yang lainnya memiliki karakter atau watak yang berbeda pula. Totoh-tokoh yang merupakan tokoh-tokoh pakem pada wayang krucil tersebut, sebagai berikut :
1. Damarwulan 12. Dewagung Baudenda 23.Menakjingga
2. Layangseta 13.Ongkotbuta 24.Layang Kumitir
3. Logender 14.Melik 25. Kencanawungu
4. Patih Udara 15.Klanasura 26.Wahita
5. Puyengan 16.Dewagung Walikrama 27.Adipati Sindura
6. Menak Koncar 17.Daeng Marewah 28.Ranggalawe
7. Buntaran 18. Watangan 29.Angkatbuta
8. Anjasmara 19. Banuwati 30.Dayun
      9. Panjiwulung 20. Sabdapalon              31.Klana Candragen
10.Nayagenggong 21. Jaka Sesuruh 32.Ajar Pamengger
11.Prabu brawijaya 22. Daeng Makincing
5 Tokoh wayang krucil karya Mbah Santoso yang sudah jadi sewaktu kami mengadakan penelitian, diantaranya sebagai berikut :
Nama :Damarwulan
Asal : Bojonegoro
Karya : Ki Santosa
Deskripsi :
Damarwulan adalah anak dari Paatih Udara. Sejak kecil tinggal bersama ibu dan kakeknya. Damarwulan memiliki paras yang tampan dan kepribadian yang berani dan cerdas. Dari kecil ia diajarkan berbagai macam ilmu dan berbuat kebajikan. Pada akhir cerita, Damarwulan memiliki 4 istri, diantaranya adalah Dewi Anjasmara, Ratu Kencanawungu, Dewi Wahita dan Dewi Puyengan.


Nama : Kencanawungu
Asal : Bojonegoro
Karya : Ki Santosa
Deskripsi :
Ratu Kencanawungu merupakan ratu yang memerintah di Majapahit yang berupaya melawan atas pemberontakan Menakjingga. Ratu Kencanawungu bersikap tegas, dan tidak mudah menyerah dalam mempertahankan kerajaan.. Pada akhirnya ia menikah dengan dengan Damarwulan.

Nama : 1. Sabda Palon
  2.  Nayagenggong
Asal : Bojonegoro
Karya : Ki Santosa
Deskripsi :
Sabdapalon dan Nayagenggong adalah pamong sekaligus kawan bagi Damarwulan. Sabdapalon dan Nayagenggong sangat setia kepada Damarwulan. Dua Punakawan ini juga selalu mengikuti ke manapun Damarwulan pergi dan tidak pernah meninggalkannya. Bahkan dalam perjalanannya ke Majapahit dan Blambangan untuk melawan Menakjingga, kedua Punakawan ini tetap menemani Damarwula.


    Nama : Menakjingga
Asal : Bojonegoro
Karya : Ki Santosa
Deskripsi :
Menakjingga merupakan Adipati Blambangan yang memiliki gelar Prabu Urubisma. Dulunya nama dari Menakjingga adalah Joko Umbaran dan memiliki paras yang tampan. Akibat perkelahiannya melawan Kebo Marcuet yang berhasil dikalahkannya, tubuh dan wajah Menakjingga menjadi rusak. Menakjingga memiliki wajah yang buruk rupa, perut buncit, bungkuk serta kaki yang pincang. Wataknya sangat kejam dan bengis. Menakjingga memiliki dua benda pusaka, yaitu Gada Wesi Kuning dan sebuah pedang.
C. Fungsi Wayang Krucil
Tanpa kita ketahui, wayang krucil sebenarnya memiliki makna dan fungsi yang penting.  Diantarannya fungsi wayang krucil sebagai berikut :
Wayang Krucil Sebagai Acara Ritual
Pertunjukan wayang krucil sering digunakan untuk ritual-ritual tertentu, misalnya bersih desa yang runtin diadakan setiap tahunnya, ruwatan, dan nadar yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.
Wayang Krucil Sebagai Budaya Hiburan
Wayang krucil merupakan salah satu kebudayaan dimana keberadaan wayang mengandung unsur-unsur perilaku kebiasaan ataupun ide yang tak lepas dari lingkungan kehidupan masyarakat itu sendiri. Bagi penonton yang menyaksikan, pertunjukan wayang juga merupakan suatau hiburan yang mana dalam ceritannya mengandung nilai-nilai kehidupan  yang dikenal dalam suatu kelompok yang dapat dinikmati.
Wayang Krucil Sebagai Mediator
Penyampaian dengan menggunakan wayang krucil lebih luas dibandingkan dengan wayang lainnya.Pertunjukan wayang krucil biasanya juga digunakan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah atau sebaliknya. Karena dalam keseharian terdapat masalah-masalah yang mungkin sulit untuk disampaikan antara pihak yang satu dengan pihak yang lainnya.

D. Upaya Pelestarian Wayang Krucil Melalui Teknologi
Nasib Kesenian Wayang Krucil saat ini hampir punah dan kurang diminati para pemuda dan masyarakat setempat. Oleh karena itu, agar wayang krucil dapat tetap dilestarikan kita harus lebih memanfaatkan teknologi diera modern ini untuk melestarikan warisan sejarah dan kebudayaan asli Indonesia, salah satunya WAYANG KRUCIL. Melalui teknologi kita dapat dengan mudah melestarikan wayang krucil. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut :
Melakukan Sosialisasi dan Membuat Kompetisi di Sekolah
Pengenalan dan sosilaisasi disekolah ini dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang kesenian wayang, khususnya WAYANG KRUCIL. Pengetahuan ini dapat dimasukkan saat mata pelajaran kesenian. Guru dapat memperkenalkan seni wayang ini tidak hanya dengan metode teoritis, agar lebih menarik, sebaiknya para guru menggunakan wayang krucil yang sesungguhnya untuk memperkenalkan dan mendeskripsikannya. Cara lain yang dapat membuat siswa lebih antusias adalah dengan mengajak mereka ke museum wayang yang menyimpan berbagai informasi dan sejarah tentang kesenian wayang.
Selain itu, mengadakan kompetisi di sekolahan juga akan membuat para siswa tertantang dan ingin mencoba menaklukan kompetisi tersebut. Mereka yang tertantang pasti akan lebih mempelajari dan melestarikan wayang krucil tersebut. Dengan banyaknya kompetisi yang digelar juga menandakan bahwa kesenian wayang krucil masih eksis dan di akui oleh bangsa Indonesia sendiri.

Pengemasan Secara Modern
Pengemasan modern ini dapat dilakukan dengan cara pengurangan durasi pertunjukkan yang biasanya dilaksanakan pada malam hari dan selama semalam suntuk. Untuk menarik minat anak muda mungkin durasi yang disajikan harus lebih diperpendek tetapi tetap dengan tidak mengurangi esensi dari tema cerita pertunjukan wayang itu sendiri. Selain itu cerita yang diangkat bisa lebih beragam dan juga dibawakan dengan gaya yang lebih masa kini. Pertunjukan wayang juga dapat diselipkan pada pentas-pentas seni modern disekolah, jika kalangan muda sudah mulai tertarik baru dapat dikembangkan pengenalan lebih mendalam tentang wayang krucil di kalangan masyarakat. Dengan hal-hal seperti ini diharapkan pagelaran wayang krucil tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman.
Penggunaan Teknologi Modern dan Inovasi Baru
Penggunaan teknologi modern disini maksudnya kita memperkenalkan wayang krucil kepada masyarakat setempat dan para pemuda dengan teknologi yang lebih praktis (modern) tetapi tanpa meninggalkan teknologi tradisional. Misalnya dalam pembuatan wayang krucil yang dulunya menggunakan teknologi tradisional yang rumit, kita harus memperkenalkan dengan menggunakan teknologi yang modern sehingga lebih mudah digunakan. Kita juga dapat membuat inovasi baru, misalnya menciptakan wayang yang lebih unik seperti WAYANG TRIPLEK Karya Petrus, sehingga para pemuda akan lebih tertarik.
E. Hasil Penelitian dan Wawancara di Bojonegoro


Mbah Santoso dengan Karya Wayang Krucil nya


Penelitian dilakukan pada tanggal 10 November 2016 di rumah Mbah Santoso, di wilayah Padangan Bojonegoro. Penelitian yang pertama kali ini kami melakukan Wawancara mengenai kehidupan beliau. Mbah Santoso adalah seorang dalang wayang sekaligus pembuat wayang.. Beliau berusia 71 tahun.
Awal mulanya, beliau belajar kepada Bapak Samijan, guru mbah Santoso. Hingga pada akhirnya mbah Santoso menekuni pembuatan Wayang Krucil dan Wayang Thengul tersebut. Mbah Santoso juga masih sering mengadakan pertunjukan wayang,. Kerajinan ukir, wayang Krucil, wayang Thengul dan aneka ukiran kayu menjadi mata pencaharian beliau. Beliau tidaklah sendiri dalam usaha pembuatan wayang Krucil – Thengul. Beliau dibantu oleh Aris Sudarsono (31), salah satu putra beliau yang kini hidup menemani sang ayah.
Wayang Krucil karya mbah Santoso ini sudah sampai ke luar kota. Dewo Ringgih, salah satu pemilik Cafe ternama di Kabupaten Sumenep pun tertarik dengan Wayang Krucil Mbah Santoso. Ia memesan Wayang Krucil Mbah Santoso untuk menghiasi ruang Cafe yang ia buka di Kabupaten Sumenep.
Mbah Santoso menceritakan, bahwa pada masa pemerintahan Presiden Soeharto pernah mendapat bimbingan dari Perhutani, dan usahanya maju hingga mendapat penghargaan dari presiden kala itu. Namun semenjak Revormasi bergulir, usaha kerajinannya pun jatuh, hingga pekerja yang dahulu didiknya berkerajinan banyak yang harus merantau ke luar daerah. Mbah Santoso merupakan maestro Wayang Krucil di Bojonegoro, yang hingga kini masih berkarya membuat wayang Ikon budaya Kabupaten Bojonegoro tersebut.

F. Hasil Penelitian Pagelaran Wayang Krucil di Bojonegoro


Mbah Sukijah


Penelitian dilakukan pertama kali pada tanggal 24-25 November 2016 di rumah Mbah Sukijah, Ds.Suko, Kec. Temayang, Kab. Bojonegoro. Beliau adalah seorang dalang wayang krucil. Mbah Sukijah berusia  118 tahun, meski usianya sudah sangat tua, beliau masih sehat dan masih dapat membaca tulisan walaupun kecil. Namun telinga Mbah Sukijah sudah tidak dapat mendengar dengan baik lagi. Jika berbicara harus dengan suara yang keras. Beliau tinggal dirumah sendirian karena anak-anaknya sudah memiliki keluarga sendiri-sendiri. Namun rumah anaknya ada yang berdampingan dengan rumah mbah Sukijah . Penelitian yang dilakukan disana adalah penelitian mengenai acara-acara yang berkaitan dengan wayang krucil, salah satunya yaitu Ruwatan.
Ruwatan
Ruwatan adalah suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan yang ada pada seseorang. Seseorang yang diruwat disebut Sukerto. Dipercaya bahwa setelah adanya ritual ini, maka kehidupan sukerto akan menjadi lebih baik, lebih sejahtera dan lebih beruntung. Ruwatan paling terkenal sejak zaman kuno yang diselenggarakan oleh nenek moyang adalah Ruwatan Murwakala. Dalam ruwatan ini dipergelarkan wayang  dengan cerita Murwakala. Orang-orang kategori sukerto yang harus diruwat/disucikan diantaranya, sebagai berikut :
Sukerto karena kelahiran seperti anak tunggal, kembar, berdasarkan waktu kelahiran, misalnya anak yang dilahirkan tengah hari atau saat matahari terbenam dll.
Sukerto karena berbuat kesalahan meski tidak sengaja seperti : seperti memecahkan gandhik, alat pembuat jamu; menjatuhkan dandang ( tempat untuk menanak nasi) waktu sedang masak nasi.
Sukerto karena dalam hidupnya terkena banyak musibah, sial, penyakit dan sering diancam bahaya.

Persiapan pelaksanaan ruwatan



     Sebelum pelaksanaan upacara ruwat, beberapa hal yang perlu disiapkan yaitu :
1. Uborampe/ peralatan yang dipergunakan dalang dan sukerto
Sepotong kain putih yang disebut mori, panjang 3 meter dibagi dua, yang sebelah diduduki dalang, potongan lainnya diduduki sukerto. Diatas mori ditaburi bunga mawar, melati, gambir.
Pakaian para sukerto pada waktu upacara, sesudah selesai upacara diberikan kepada Ki Dalang.
Disediakan nasi kuning dicampur uang logam, nantinya disebar oleh dalang.
Pengaron baru, tempat air terbuat dari tanah liat yang diisi air dari tujuh sumber dicampur dengan kembang setaman dari mawar, melati, kenanga dan dua buah telor ayam. Gayung yang dipakai untuk memandikan sukerto terbuat dari buah kelapa dibagi dua, daging kelapanya tidak dibuang.
2. Orang tua dari para sukerto berpakaian adat dengan baik.
3.  Seorang dalang sepuh yang mumpuni untuk melakukan upacara ruwatan sukerto, lengkap dengan seperangkat panggung wayang krucil  dengan gamelan dan para penabuh dan pesindennya. Tetapi uniknya Mbah Sukijah ini tidak menggunakan gamelan dan sinden.
4. Tempat untuk pelaksanaan ruwatan yang cukup luas untuk panggung wayang kulit, tempat duduk para sukerto dan orang tuanya dan tempat-tempat air untuk memandikan sukerto.
5. Sesaji yang diperlukan cukup banyak. Pada masa kinibanyak orang   terutama generasi muda yang tidak mengerti esensi sesaji. Sesaji yang bermacam- macam itu bermaksud baik, bila diurai berarti :
Panembah dan ungkapan terimakasih kepada Gusti, Tuhan Sang Pencipta.
Permohonan kepada Tuhan supaya upacara dan tujuannya yang mulia mendapat berkah dan perlindungan Tuhan.
Mendapatkan restu para pinisepuh.
Berisi petuah-petuah bijak untuk menjalani hidup ini dengan baik dan benar.
Supaya tidak ada gangguan  berupa apapun dari mahluk yang kelihatan dan”tidak kelihatan”.
b)  Sesaji Ruwatan


Dua ranting kayu dadap srep lengkap dengan daunnya. Dua batang tebu dengan daunnya. Dua ikat padi. Dua buah kelapa. Dua tandan buah pisang.
Ayam jago untuk sukerto lelaki dewasa, ayam betina untuk sukerto wanita. Ayam jago muda untuk sukerto lelaki remaja, ayam betina muda untuk sukerto putri remaja.
Kendil baru diisi beras dan sebuah telor, dua sisir, pisang raja, suruh ayu yang belum jadi, kembang boreh- tepung beras dicampur kembang, uang dengan nilai Rp.500 atau Rp. 1000
Tikar dan bantal baru, minyak wangi, sisir, bedak, cermin dan kendil.
Sekul among- nasi dengan sayuran dan telur, biasanya untuk bancakan, syukuran anak kecil.
 c) Pelaksanaan Ruwatan

Para sukerto diantar oleh para orang tuanya diterima oleh Ki Dalang yang akan meruwat.Salah seorang orang tua sukerto atau seseorang yang ditunjuk menyerahkan para sukerto kepada Ki Dalang untuk diruwat. Serah terima sukerto berjalan dengan khusuk, dibarengi aroma ratus dupa yang lembut harum. Suasana sakral terasa.
Para sukerto duduk bersila dibelakang kelir wayang dan selama pagelaran bersikap santun dan memperhatikan cerita wayang dan nasihat, kidung dan doa-doa/mantra yang diucapkan oleh Ki Dalang. Para orang tua sukerto duduk ditempat yang telah disediakan, dekat dengan putra-putrinya.
Ki Dalang duduk ditempatnya didepan kelir dan mulai mendalang wayang dengan cerita Murwakala sesuai dengan gambar dibawah ini :
G. Hasil Penelitian Pembuatan Wayang Krucil Inovasi Baru di Kediri


Pak Petrus Dengan Wayang Buatannya


Penelitian yang selanjutnya pada 25-26 Desember  2016 dilakukan di rumah Pak Petrus Kediri.  Beliau merupakan salah satu penggemar wayang krucil. Beliau memiliki hobi membuat wayang krucil dari kayu maupun kertas karton. Namun tidak untuk dijual melainkan hanya untuk koleksinya sendiri. Akhir-akhir ini keahlian pak petrus dalam membuat wayang dikenal oleh banyak orang. Terkadang tetangga setempat mendatangi rumah pak Petrus untuk melihat koleksi-koleksi wayangnya.
Hal yang melatarbelakangi keahlian Pak Petrus ini yaitu ketika beliau masih kecil, beliau termotivasi oleh Pak Joyoladi. Pak Joyoladi adalah seorang tukang becak yang tidak bersekolah namun dapat membuat wayang. Dalam pewarnaan wayang yang dibuatnya menggunakan asap pada lilin yang dibakar untuk warna hitam. Sesudah di beri warna hitam kemudian di beri minyak goreng agar warnanya mengkilap dan tidak luntur. Sedangkan untuk warna kuning / emas, Pak Joyoladi menggunakan grenjeng bungkus rokok. Wayang Krucil buatan Pak Joyoladi inilah yang menjadi motivasi Pak Petrus.  “ Jika Pak Joyoladi yang hanya seorang tukang becak, tidak bersekolah, dan kehidupannya pun sangat sederhana bisa membuat wayang, Kenapa saya tidak bisa !!! “ ujar Pak Petrus.
Sejak saat itu Pak Petrus belajar membuat wayang . Ketika beliau SMP, beliau bertukar pikiran dengan teman-temannya mengenai cara membuat pola wayang , cara pewarnaan  dan lain-lain. Hingga saat iniwayang buatan Pak Petrus berjumlah 500-an wayang.
  Akhir-akhir ini banyak orang yang ingin dibuatkan wayang oleh Pak Petrus. Salah satunya adalah seorang polisi yang meminta untuk dibuatkan wayang yang berukuran sangat besar. Karena yang diinginkan wayang yang berukuran besar, pak petrus berinisiatif untuk membuat wayang dari triplek yang dilihat dari segi ukuran dapat dibuat dari wayang terkecil sampai terbesar. Selain itu jika dilihat dari segi harga triplek juga relative murah dibandingkan dengan kayu dan mudah didapat. Berawal dari itu, pak petrus mencoba membuat kreasi wayang baru yang terbuat dari triplek. Beliau membuat dua wayang yang berukuran sangat besar . Sejak saat itu pak petrus beralih dari pembuatan wayang krucil yang dulunya terbuat dari kayu diganti terbuat dari triplek.
Dalam pembuatannya,  Jika dulu menggunakan alat-alat tradisional, seperti : tatah ukir, tatah wuku, rempelas, dll sekarang sudah menggunakan alat yang modern yaitu gergaji mesin yang bisa lebih cepat dan mudah dalam pemotongan wayang. Dalam menghubungkan tangan wayang triplek ini dengan badan wayang menggunakan sedotan air mineral yang kecil.  Caranya dengan membakar sedotan tersebut sampai meleleh melengkung kemudian dimasukkan pada lubang tangan dan badan wayang. Setel itu digunting dan dibakar lagi hingga melelh melengkung. Menghubungkan dengan cara ini sangat mudah dan tidakmudah lepas.
Selain itu pak petrus juga membuat kreasi sendiri dalam membuat motif batik pada wayang. Hal ini karena beliau ingin membuat sesuatu yang baru namun dapat diterima oleh masyarakat. Motif batik ini merupakan imajinasi beliau sendiri, seperti : motif lengkung dan bunga.
Dalam pewarnaan pun juga tidak terlalu rumit sama seperti pewarnaan pada wayang krucil biasanya. Namun dalam wayang yang terbuat dari triplek ini memiliki kelemahan mudah patah . Jika wayang ini patah masih dapat diperbaharui lagi dengan cara di lem kembali dan warnanya juga di warnai lagi. Selain itu wayang ini belum teruji jika waktunya semakin lama wayang tersebut akan melengkung seperti wayang kulit atau tidak karena pembuatan wayang dari triplek ini masih baru.  Wayang  buatan Pak Petrus ini belum ada yang membuatnya dan wayang  tersebut adalah wayang satu-satunya yang terbuat dari triplek. Hingga sekarang wayang tersebut belum diberi nama oleh pak petrus. Sejak saat itu pak petrus sudah tidak membuat wayang krucil yang terbuat dari kayu.
Proses Pembuatan
Wayang krucil biasanya terbuat dari kayu. Namun dalam era modern ini, ternyata wayang krucil juga bisa di buat menggunakan bahan lainnya. Seperti : triplek, kardus, dan karton. Berdasarkan penelitian kami di kota Kediri dirumah pak petrus. Beliau merupakan salah satu penggemar wayang krucil. Beliau memiliki hobi membuat wayang krucil dari kayu maupun kertas karton. Namun tidak untuk dijual melainkan hanya untuk koleksinya sendiri. Akhir-akhir ini keahlian pak petrus dalam membuat wayang dikenal oleh banyak orang. Salah satunya adalah seorang polisi yang meminta untuk dibuatkan wayang yang berukuran sangat besar. Karena yang diinginkan wayang yang berukuran besar, pak petrus berinisiatif untuk membuat wayang dari triplek yang dilihat dari segi ukuran dapat dibuat dari wayang terkecil sampai terbesar. Selain itu jika dilihat dari segi harga triplek juga relative murah dibandingkan dengan kayu dan mudah didapat. Berawal dari itu, pak petrus mencoba membuat kreasi wayang baru yang terbuat dari triplek. Beliau membuat dua wayang yang berukuran sangat besar yaitu werkudara dan buta raksasa.
Sejak saat itu pak petrus beralih dari pembuatan wayang krucil yang dulunya terbuat dari kayu diganti terbuat dari triplek. Dalam pembuatannya,  Jika dulu menggunakan alat-alat tradisional, seperti : tatah ukir, tatah wuku, rempelas, dll sekarang sudah menggunakan alat yang modern yaitu gergaji mesin yang bisa lebih cepat dan mudah dalam pemotongan wayang. Selain itu pak petrus juga membuat kreasi sendiri dalam membuat motif batik pada wayang. Hal ini karena beliau ingin membuat sesuatu yang baru namun dapat diterima oleh masyarakat. Motif batik ini merupakan imajinasi beliau sendiri, seperti : motif lengkung dan bunga. Dalam pewarnaan pun juga tidak ada kesulitan, namun wayang yang terbuat dari triplek ini memiliki kelemahan mudah patah . jika wayang ini patah masih dapat diperbaharui lagi dengan cara menyambungkan dengan lem oleh karena itu, kami tertarik pada wayang yang terbuat dari triplek ini. Karena belum ada yang membuatnya dan wayang pak petrus tersebut adalah wayang satu-satunya yang terbuat dari triplek. Hingga sekarang wayang tersebut belum diberi nama oleh pak petrus. Sejak saat itu pak petrus sudah tidak membuat wayang krucil yang terbuat dari kayu.
Alat dan Bahan :



Triplek
Tatah ukir
Gergaji mesin
Bor mesin
Spidol
Cat
Sedotan air mineral
Gunting
Korek api
Kuas
Rempelas
Langkah-langkah :



Membuat pola wayang. Kemudian pola tersebut diblat di triplek
Setelah itu digergaji menggunakan gergaji mesin sampai wayang terbentuk
Menghaluskan wayang menggunakan rempelas sampai halus
Setelah itu membuat gambar detail-detail wayangnya menggunakan pensil
Kemudian bagian-bagian yang perlu dilubangi ditatah menggunakan tatah ukir dan dihaluskan mengguanakn rempelas
Diberi warna dasar putih atau kuning. Untuk wayang yang berbadan emas diberi warna dasar kuning, sedangkan untuk wayang yang berwarna putih dan hitam diberi warna dasar putih.
Setelah itu di beri warna sesuai dengan naluri hati/ terserah diri sendiri
Membuat motif batik menggunakan spidol hitam atau bolpoin.
Agar warna tersebut tidak pudar ketika terkena air, maka diberi lem kayu.
Kemudian pasang tangan wayang dengan badan wayang menggunakan sedotan air mineral  yang kecil, seperti sedotan air mineral Cleo.. Membuat duding menggunakan bambu kecil yang berdiameter > 1 cm. Untuk ukuran panjangnya dari jari tangan sampai ketelinga wayang.
Wayang triplek ini belum pernah dipentaskan. Namun Pak Petrus ngin mementaskan wayang triplek ini dengan bahasa dan cerita yang dibawakan adalah cerita kehidupan sehari-hari.
Koleksi Wayang Pak Petrus
Pak Petrus merupakan salah satu tokoh penggemar wayang krucil dari Kediri. Hingga saat ini jumlah wayang krucil yang ada di rumah pak petrus mencapai 500 wayang yang beliau buat sejak kecil. Sebagian koleksi wayang pak Petrus, sebagai berikut :




BAB II
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Wayang Krucil dalam upaya pelestarian warisan sejarah dan budaya melalui teknologi, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :
Wayang krucil tidak begitu dikenal masyarakat.
Teknologi yang modern saat ini belum dimanfaatkan dengan baik untuk melestarikan wayang krucil.
Kurangnya kreativitas masyarakat untuk mengembangkan wayang krucil.
Kurangnya semangat para pemuda untuk mempelajari wayang krucil.
Mulai punahnya wayang krucil dikarenakan pengrajin dan dhalang wayang krucil yang sulit ditemukan.
B. Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang dilakukan pada lokasi penelitian adalah sebagai  berikut :
1. Bagi Pemerintah
Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan nasib warisan sejarah dan kebudayaan (Wayang Krucil khususnya) agar tetap lestari dan tidak punah.
Pemerintah sebaiknya memberikan dukungan, berupa modal ataupun bimbingan kepada para pengrajin wayang krucil.
Pemerintah sebaiknya memberikan penghargaan kepada seseorang yang dengan ikhlas melestarikan wayang krucil.
2. Bagi Para Generasi Penerus Bangsa
Para pemuda generasi penerus bangsa harusnya mempunyai semangat untuk  mengenal lebih dalam hal-hal yang berkenaan dengan wayang krucil.
Para pemuda harusnya lebih menyukai warisan sejarah dan budaya asli Indonesia (Wayang Krucil khususnya).
Seiring perkembangan teknologi yang semakin modern ini, sebaiknya para pemuda harus lebih memanfaatkan teknologi tersebut untuk melestarikan wayang krucil agar tidak mengalami kepunahan.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penulis menyarankan kepada para peneliti selanjutnya untuk lebih mengupas lebih dalam mengenai permasalahan yang berkenaan dengan wayang krucil, dengan istrumen penelitian yang lebih beragam.
Peneliti yang akan melakukan penelitian hamper sama dengan penulis semoga hasil penelitian ini dapat membantu penelitian tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Wijiyo, Alice. 2012. Jagad Wayang Klithik. Siwalankerto: Desain Komunikasi Visula Universitas Kristen Petra.

Setya, Yuwana. 2000. Wayang Krucil Sebagai Seni Pertunjukan Rakyat. Surabaya: Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur.



































LAMPIRAN

Karya Tulis Ilmiah Pengembangan Hasil Pangan Lokal di Ngawi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sektor Pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Melihat hal tersebut pemerintah harusnya lebih memperhatihan kualitas dan kuantitas dalam sektor pertanian. Seperti yang kita ketahui, sektor pertanian di Indonesia khususnya di daerah Ngawi sangat besar dan luas. Buktinya, Ngawi di jadikan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, dengan penghasilan 400.000 ton/tahun.
Tidak hanya pada padi saja, bahan pangan lokal lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya di Ngawi. Misalnya: singkong,jagung,kacang,umbi-umbian, talas, dan jenis palawija lainnya.Tapi, Singkong merupakan bahan pangan yang mendominasi di daerah Ngawi selain padi.
Singkong adalah salah satu sumber pangan yang ada di Ngawi,Jawa Timur. Di lingkungan sekitar kami singkong banyak di olah menjadi tepung, kripik,gethuk, dan masih banyak lagi. Kemudian tepung tersebut bisa digunakan untuk membuat berbagai macam kue,roti,dan masih banyak lagi. Singkong merupakan sumber pangan yang mengandung banyak karbohidrat di dalamnya, sehingga singkong juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga pengganti nasi.

Manfaat singkong antara lain adalah :
Sumber karbohidrat dan Protein yang tinggi
Sebagai antioksidan,antikanker,antitumor, dan dapat meningkatkan nafsu makan
Dapat menyembuhkan beragam penyakit seperti rematik

B. Perumusan Masalah

Dalam makalah ini kami akan membahas masalah antara lain:
Bagaimana cara menciptakan kemandirian pangan ?
Apa masalah dan solusi tentang penanaman singkong ?
Bagaimana peranan singkong dalam meningkatkan kemandirian pangan ?





C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah, makalah yang kami buat dengan tujuan sebagai berikut :
Memberi wawasan tentang kemandirian pangan di Kab.Ngawi yaitu singkong
Memberikan wawasan tentang masalah dan solusi tentang penanaman singkong
Memberi wawasan tentang peranan singkong dalam meningkatkan kemandirian pangan




BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN PANGAN

Pangan adalah bahan-bahan yang di makan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pemeliharaan, pertumbuhan ,kerja, dan pergantian jaringan tubuh yang rusak. Pangan juga dapat diartikan sebagai bahan sumber gizi.         



Kehidupan manusia tidak mungkin tanpa adanya ketersediaan sumber pangan. Jadi untuk mempertahankan kehidupan manusia,maka manusia harus makan secukupnya dan memenuhi gizi. Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi atau kebutuhan pokok (basic need). Sektor pangan sebagai sumber bahan (zat) gizi merupakan sektor yang strategis, hal ini di sebabkan oleh :
Produk pangan (terutama sektor pertanian) merupakan industri massal. Sektor pangan merupakan industri massal yang melibatkan banyak orang, baik di bidang produksi, pengolahan dan distribusi. Kegiatan produksi padi di Indonesia tahun 1995 saja melibatkan 20 juta usaha tani di mana 59% di antaranya menguasai kurang dari 0,75 Ha lahan. Bagi mereka sektor pangan merupakan sumber kehidupan dan penghidupan. Secara nasional, pertaniaan tanaman pangan menyumbang sekitar 19% dari pendapatan domestik bruto, ini merupakan sumbangan terbesar di antara 16 jenis lapangan industri yang ada.
Pangan di konsumsi oleh semua golongan/lapisan masyarakat Indonesia. Semakin besar jumlah anggota suatu keluarga akan semakin banyak mengkonsumsi bahan pangan dan makanan. Di negara-negara yang terlanda krisis seperti Indonesia, walaupun terdapat kecenderungan penurunan pengeluaran untuk pangan, tetapi pangan masih masih merupakan bagian yang cukup besar dari pengeluaran rumah tangga miskin di Indonesia. Pengeluaran tersebut dapat mencapai rata-rata  72,02% di mana 27,32% dari total pengeluaran adalah untuk bahan pangan pokok, yakni padi-padian dan hasilnya.

Pangan juga dapat dipengaruhi stabilitas Poleksosbudhankam. Kelangkaan pangan akan menyebabkan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu stabilitas komponen lain. Rakyat tanpa adanya pangan yang cukup akan terjadi kelaparan yang akan mengakibatkan suatu negara menjadi terganggu stabilitas baik ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan politiknya.

  Hal ini dikarenakan bahwa semua aspek adalah suatu sistem kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Untuk itu penyediaan pangan yang cukup agar kita terhindar dari akses negatif dari kelangkaan pangan. Upaya penyediaan pangan di Indonesia melalui produksi pangan ternyata masih menghadapi permasalahan yang cukup mendasar.
B. MACAM-MACAM HASIL PANGAN YANG ADA DI NGAWI

 Sektor pertanian di Indonesia khususnya di daerah Ngawi sangat besar dan luas. Buktinya, Ngawi di jadikan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, dengan penghasilan 400.000 ton/tahun.
Tidak hanya pada pagi saja, bahan pangan lokal lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya di Ngawi. Misalnya:
 Singkong


 Jagung



 Kacang



 umbi-umbian







jenis palawija lainnya























C. SINGKONG

Singkong adalah salah satu sumber pangan yang paling banyak kedua yang ada di Ngawi,Jawa Timur. Di masyarakat Ngawi singkong banyak di olah menjadi tepung, kripik,gethuk, dan masih banyak lagi. Kemudian tepung tersebut bisa digunakan untuk membuat berbagai macam kue,roti,dan masih banyak lagi.



Singkong merupakan sumber pangan yang mengandung banyak karbohidrat di dalamnya, sehingga singkong juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga pengganti nasi.

Manfaat singkong antara lain adalah :
1. Sumber karbohidrat dan Protein yang tinggi
2. Antioksidan
3. Antikanker
4. Antitumor
5. Peningkat nafsu makan
6. Dapat menyembuhkan beragam penyakit seperti rematik






D. PENANAMAN DAN PEMBUDIDAYAAN SINGKONG
Ketela pohon merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Ketela pohon berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Ketela pohon berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.
Klasifikasi tanaman ketela pohon adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan
Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji
Sub divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup
Kelas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculentaCrantz sin.

Varietas-varietas ketela pohon unggul yang akan ditanam pada lahan kami seluas 4x4 m2 ini adalah varietas biasa ditanam, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Di dunia ketela pohon merupakan komoditi perdagangan yang potensial. Negara negara sentra ketela pohon adalah Thailand dan Suriname. Sedangkan sentra utama ketela pohon di Indonesia di JawaTengah dan Jawa Timur.
1. Syarat Tumbuh
Curah hujan yang sesuai untuk tanaman ubi kayu antara 1.500 – 2.500 mm/tahun. Kelembaban udara optimal untuk tanaman ubi kayu antara 60-65%, dengan suhu udara minimal bagi tumbuhnya sekitar 10oC. Jika suhunya dibawah 100C, pertumbuhan tanaman akan sedikit terhambat. Selain itu, tanaman menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ubi kayu sekitar 10 jam/hari, terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
Tanah yang paling sesuai untuk ubi kayu adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros, serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia, dan mudah diolah. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ubi kayu adalah jenis aluvial, latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol, dan andosol.
Derajat kemasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ubi kayu berkisar antara 4,5 – 8,0 dengan pH ideal 5,8. Umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0 – 5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ubi kayu.
Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman ubi kayu antara 10-700 m dpl, sedangkan toleransinya antara 10-1.500 m dpl. Jenis ubi kayu tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat teretentu untuk dapat tumbuh optimal.
2. Pedoman Budidaya Ubi Kayu
a.  Perbanyakan Tanaman
Ubi kayu diperbanyak dengan setek batang. Setek batang diperoleh dari hasil panenan tanaman sebelumnya. Setek diambil dari bagian tengah batang agar matanya tidak terlalu tua, tetapi juga tidak terlalu muda. Perbanyakan dengan biji hanya dilakuan oleh pemulia tanaman dalam mencari varietas unggul. Asal stek, diameter bibit, ukuran stek, dan lama penyimpanan bibit berpengaruh terhadap daya tumbuh dan produksi ubi kayu. Bibit yang dianjurkan sebagai berikut :
1. Stek berasal dari batang bagian tengah yang sudah berkayu
2. Panjang 15-20 cm
3. Diameter 2-3 cm
4. Tanpa Penyimpanan
b. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan antara lain adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Tanah yang baik untuk budi daya ubi kayu seharusnya memiliki struktur remah atau gembur, sejak fase awal pertumbuhan tanaman hingga panen. Pengolahan tanah juga bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma. Hal ini dilakukan agar ubi kayu tidak bersaing dengan berbagai gulma dalam mengambil hara tanah, pupuk dan air. Selain itu pengolahan tanah pada ubi kayu juga bertujuan untuk menerapkan sistem konservasi tanah untuk memperkecil peluang terjadinya erosi. Hal ini penting dilakukan agar kesuburan tanah tetap lestari, karena sentra ubi kayu didominasi lahan-lahan yang relatif peka erosi.


c. Cara tanam
Jika dimaksudkan untuk diambil umbinya, penanaman setek dilakukan secara vertikal berjarak 50 cm antar setek. Namun, jika dimaksudkan untuk diambil daunnya, setek dapat ditanam rapat secara mendatar agar tunas baru muncul dari setiap buku. Anjuran cara tanam sebagai berikut :
1. Pangkal stek dipotong rata atau runcing. Pangkal stek yang dipotong miring akan berdampak pada pertumbuhan akar yang tidak merata
2.  Tanamlah stek dalam posisi vertical. Stek yang ditanam dalam posisi lain (miring 450 dan horizontal), akarnya tidak terdistribusi secara merata. Volume akar di tanah dan penyebarannya berpengaruh pada jumlah hara yang dapat diserap tanaman, selanjutnya berdampak pada produksi. Jangan terbalik, pemotongan ujung stek meruncing, membantu agar stek tidak ditanam terbalik.
3. Kedalaman tanam 15 cm, pada musim hujan maupun musim kemarau. Hal ini terkait dengan kelembaban tanah untuk menjaga kesegaran stek. Disarankan menanam dalam keadaan tanah gembur dan lembab. Tanah dengan kondisi ini akan menjamin kelancaran sirkulasi O2 dan CO2 serta meningkatkan aktivitas mikrobia tanah. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan daun untuk menghasilkan fotosintat secara maksimal yang akan ditranslokasikan ke tempat penyimpanan cadangan makanan (ubi) Ubi kayu secara maksimal pula.
d.  Penanaman dan Penyulaman
Waktu tanam yang tepat bagi tanaman ubi kayu, secara umum adalah musim penghujan atau pada saat tanah tidak berair agar struktur tanah tetap terpelihara. Tanaman ubi kayu dapat ditanam di lahan kering, beriklim basah, waktu terbaik untuk bertanam yaitu awal musim hujan atau akhir musim hujan. Pada praktek penanaman lahan kami kali ini , stek ditanam pada bulan September ini.
Waktu penyulaman dilakukan saat ubi kayu mulai berumur 1-3 minggu. Bila penyulaman dilaksanakan sesudah umur 5 minggu, tanaman sulam akan tumbuh tidak sempurna karena ternaungi tanaman sekitarnya. Sediakan bibit khusus untuk sulam yang ditanam di pinggir atau tepi kebun.

e.  Pengendalian gulma
Gulma harus dikendalikan karena gulma merupakan pesaing bagi tanaman ubi kayu khusunya untuk mengambil hara, pupuk dan air. Berikut adalah waktu yang tepat untuk pengendalian gulma yaitu :
1. Tiga bulan pertama, hal ini disebabkan pertumbuhan gulma yang lebat, karena tanah di antara tanaman belum tertutup sempurna oleh kanopi
2. Di saat panen, dengan tujuan menurunkan kesulitan panen, sehingga kehilangan hasil dapat dicegah dan mempermudah pengolahan tanah dan mengurangi populasi gulma pada musim tanam berikutnya.
f.   Pemupukan
Tanaman ubi kayu memerlukan pupuk dalam penanaman, karena unsur hara yang diserap oleh ubi kayu per satuan waktu dan luas lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pangan yang berproduktivitas tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa hara terbawa panenuntuk setiap ton umbi segar adalah 6,54 Kg N, 2,24 P2O5, dan 9,32 Kg K2O/ha/musim atau pada tingkat hasil 30 ton/ha sebesar 147,6 Kg N, 47,4 Kg P2O5, dan 179,4 Kg K2O/ha/musim. Hara tersebut harus diganti melalui pemupukan setiap musim. Tanpa pemupukan akan terjadi pengurasan hara, Sehingga kesuburan hara menurun dan produksi dan produksi ubi kayu akan menurun. Berikut adalah dosis pupuk yang berimbang untuk budi daya ubi kayu :
1. Pupuk Organik : 5 – 10 ton/ha setiap musim tanam
2. Urea : 150 – 200 Kg/ha
3. SP36 : 100 Kg/ha
4. KCl : 100 – 150 Kg/ha
Tehnik pemberian dosis pupuk untuk tanaman ubi kayu adalah, berikan pupuk organik + 1/3 Urea + 1/3 KCl sebagai pupuk dasar pada saat pembuatan guludan. Lalu sisa dosis diberikan pada bulan ketiga atau keempat.


g.  Pengairan dan Penyiraman
Kondisi lahan Ketela pohon dari awal tanam sampai umur + 4–5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung .
h.  Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyakit utama tanaman ubi kayu adalah bakteri layu (Xanthomonas campestris pv. manihotis) dan hawar daun (Cassava Bacterial Blight/CBB). Kerugian hasil akibat CBB diperkirakan sebesar 8% untuk varietas yang agak tahan, dan mencapai 50 – 90% untuk varietas yang agak rentan dan rentan. Varetas Adira-4, Malang-6, UJ-3, dan UJ-5 tahan terhadap kedua penyakit ini.
Hama utama ubi kayu adalah tungau merah (Tetranychus urticae). Hama ini menyerang hanya pada musim kemarau dan menyebabkan rontoknya daun, tetapi petani hanya menganggap keadaan tersebut sebagai akibat kekeringan. Penelitian menunjukkan penurunan hasil akibat serangan hami ini dapat mencapai 20 – 53%, tergantung umur tanaman dan lama serangan. Bahkan berdasarkan penelitian di rumah kaca. Serangan tungau merah yang parah dapat mengakibatkan kehilangan hasil ubi kayu hingga 95%. Tungau dapat menyebabkan kerusakan tanaman ubi kayu dengan cara mengurangi luas areal fotosintesis dan akhirnya mengakibatkan penurunan hasil panen ubi kayu. Kerusakan tanaman dapat diperparah oleh kondisi musim kering, kondisi tanaman stress air, dan kesuburan tanah yang rendah.
Untuk pengendalian tungau merah sebaiknya ubi kayu ditanam di lahan pada awal musim hujan untuk mencegah terjadinya serangan tungau, dengan tenggang waktu maksimum 2 bulan. Jika terlambat ditanam, peluang terjadinya serangan lebih lama sehingga kehilangan hasil yang ditimbulkan semakin tinggi. Namun cara yang paling praktis, stabil dan ekonomis adalah dengan menanam varietas yang tahan tungau. Varietas Adira-4 dan Malang-6 cukup tahan tungau, sedangkan UJ-5 dan UJ-3 peka tungau. Sebaiknya UJ-3 dan UJ-5 sebaiknya ditanam di daerah-daerah yang mempunyai bulan basah cukup panjang (seperti Lampung) sehingga serangan tungau yang dialami tidak berat. UJ-3 dan UJ-5 kurang bagus ditanam di daerah yang mempunyai musim kering relatif panjang.
i. Panen
Kriteria utama umur panen ubi kayu adalah kadar pati optimal, yakni pada saat tanaman berumur 7-9 bulan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan daun mulai berkurang, warna daun mulai agak menguning, dan banyak daun yang rontok. Sifat khusus ubi kayu ialah bobot ubi kayu meningkat dengan bertambahnya umur tanaman, sedangkan kadar pati cenderung stabil pada umur 7-9 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa umur panen ubi kayu fleksibel. Tanaman dapat dipanen pada umur 7 bulan atau ditunda hingga 12 bulan. Namun penundaan umur panen hanya dapat dilakukan di daerah beriklim basah dan tidak sesuai di daerah beriklim kering. Berikut adalah tehnik panen yang benar :
1. Buanglah batang – batang ubi kayu terlebih dahulu.
2. Tinggalkan pangkal batang + 10 cm untuk memudahkan pencabutan
3. Cabutlah tanaman dengan tangan menggunakan tenaga dari seluruh tubuh,  sehingga umbinya dapat diangkat keluar dari tanah.
4. Pada tanah berat, pakailah alat pengungkit berupa sepotong bambu atau kayu. Ikat pangkal batang dengan kayu, ujung pengungkit diletakkan di atas bahu, kemudian angkatlah perlahan – lahan ke atas.

E. PENGOLAHAN DAN PENGEMBANGAN SINGKONG

Singkong dapat di olah dan di kembangkan menjadi banyak sekali makanan. Antara lain   adalah :
Tepung Tapioka
Nasi Tiwul
Getuk
Kripik
Jemblem
Tape
 Selain singkongnya, daun singkong juga bisa bisa di olah menjadi berbagai macam makanan . Antara lain adalah  :
  1) Sayur Kuah Santan
  2) Sayur Bobor
Tidak hanya singkong dan daun singkong saja yang bisa di olah menjadi makanan.   Bahkan kulit singkongpun juga bisa di olah menjadi makanan.
Antara lain adalah : kripik balado kulit singkong


Berikut ini cara-cara pengolahanannya :

 1. Tepung Tapioka
Tepung merupakan salah satu bahan pokok yang harus kita gunakan untuk membuat roti,kue,dan lainnya. Tepung bukan hanya dari beras saja, singkong juga bisa di olah menjadi tepung yang disebut tepung tapioka.



Berikut cara-cara membuat tepung tapioka :
Kupas singkong dari kulitnya.
Bersihkan singkong menggunakan air bersih dan pastikan lendir yang berada diantara kulit dan daging umbi juga bersih. Pembersihan bisa dilakukan dengan cara menyikat permukaan umbi singkong.
Potong-potong singkong setipis mungkin, ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengeringan nantinya.
Rendam singkong dalam air bersih selama minimal 2 hari 2 malam, proses ini akan menghasilkan endapan tepung tapioka. Pisahkan tepung dan keringkan untuk keperluan berikutnya.
Selama proses perendaman, air harus diganti maksimal 24 jam sekali atau lebih bagus 12 jam sekali, jika tidak hasil tepung akan menyisakan bau seperti bau singkong yang busuk terendam.
Angkat singkong dari rendaman dan jemur hingga benar-benar kering dengan kadar air kurang lebih 10%, cirinya singkong mulai lapuk/rapuh.
Saatnya proses penggilingan, jika tidak ada alat giling kita juga bisa menumbuknya menggunakan lumpang hanya saja prosesnya lebih lama.
Ayak singkong hasil tumbukan dengan ayakan tepung, alat ini banyak dijual di toko tempat penjualan perkakas rumah tangga. Sisa ayakan dapat ditumbuk kembali sampai benar-benar halus.
Satukan tepung hasil ayakan dengan tepung tapioka yang diperoleh dari hasil perendaman dan jemur kembali sampai benar-benar kering.
Jika tidak digunakan secara langsung simpan pada wadah/plastik yang tertutup rapat.
Dari tepung tapioka tadi, kita dapat mengembangkan lagi menjadi kue maupun roti. Sehingga kita tidak harus selalu menggunakan tepung beras sebagai bahan pokoknya.



















2. Nasi Tiwul

  Tiwul merupakan salah satu makanan khas masyarakat Ngawi yang terbuat dari gaplek atau singkong kering yang diolah kemudian diberi taburan berupa kelapa parut. Kandungan kalori yang ada didalam tiwul lebih rendah dari pada nasi, jadi tiwul sudah memenuhi kriteria sebagai bahan panganan pengganti nasi. Di zaman penjajahan belanda, tiwul merupakan makanan pokok pengganti beras karena masyarakat Indonesia saat itu tidak sempat untuk bercocok tanam apalagi harus bertani.



Adapun cara membuat tiwul antara lain :
Bahan :
1. 350 gram singkong (yang sudah dikupas kulitnya lalu jemur kurang lebih 3-4 hari).
2. 1 gelas air matang.
3. 150 gram gula merah (sisir halus).
4. 200 gram kelapa parut.
5. 2 lembar daun pandan (kira-kira ukuran 20 cm lalu ikat simpul).
6. 1 tangkai daun pisang (ambil daunnya saja).
7. Garam secukupnya.

Cara membuat :
Mula tumbuk kasar singkong yang sudah kering sambil dipercik-percikkan air, biasanya kebanyakan orang menyebut singkong kering ini gaplek. Tumbuk hingga gaplek membentuk butiran-butiran kecil.
Selanjutnya gaplek yang telah ditumbuk tadi beri tambahan gula merah Mula kemudian bungkus gaplek sperti membungkus pepes ikan dengan menggunakan daun pisang. Setelah semua gaplek dibungkus lalu kukus gaplek hinnga matang.
Cara membuat taburan kelapa untuk gaplek antara lain : kukus parutan kelapa bersama dengan daun pandan dan garam dengan waktu kira-kira 15-20 menit, kemudian angkat.
Terakhir angkat dan sajian tiwul yang telah matang tadi bersama dengan kelapa parut yang sudah dikukus.
















3. Gethuk
Gethuk merupakan salah satu makanan tradisional yang ada di Ngawi yang terbuat dari singkong. Rasa dari gethuk adalah manis. Sekarang gethuk sudah di kembangkan menjadi berbagai macam warna menggunakan pewarna makanan,sehingga warna gethuk ada yang merah dan hijau sedangkan yang asli warnanya adalah coklat. Berikut cara membuat gethuk :

Bahan :
1.000 gram singkong
125 ml air
225 gtam gula merah
3 sendok makan gula pasir/secukupnya
½ sendok teh panili
½ sendok teh garam/secukupnya
100 gram kelapa parut
Bahan Taburan :  kelapa muda secukupnya dan garam secukupnya
Cara pembuatan :
Kupas singkong kemudian cuci hingga bersih
Sisir hlus gula merah
Siapkan panci,lalu masukkan air dengan gula merah yang telah disisir
Rebus sampai air mendidih dan gula merah larut
Potong singkong sesuai selera
Kukus singkong sampai empuk/matang
Haluskan singkong ketika masih panas
Tuangkang rebusan gula merah
Uleni menggunakan tangan sampai lembut
Siapkan nampan berbentuk kotak,lalu masukkan adonan ke dalam nampan tersebut hingga merata.
Potong-potong getuk sesuai dengan ukuran
Cara membuat taburan :
Siapkan kembali alat untuk mengukus
Kukus kembali kelapa parut bersama dengan garam
Tunggu 15 menit
Kemudian angkat
Terakhir taburkan kukusan kelapa parut pada gethuk.













4. Kripik
Kripik adalah makanan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak sekali macam kripik ,misalnya adalah kripik tempe,kripik umbi jalar , dan kripik ubikayu. Dari kripik-kripik tersebut terdapat banyak sekali variannya.Kripik tempe adalah makanan khas Ngawi yang sangat terkenal. Namun sekarang kami akan membuat kripik yang terbuat dari singkong.

Cara membuat kripik singkong :

Kupas dan pisahkan kulit singkong dengan dagingnya
Kemudian cuci hingga bersih
Iris dengan ukuran yang sedang
Rebus  singkong dan beri bumbu penyedap rasa secukupnya
Aduk hingga merata dan rebus lagi dengan api sedang
Setelah bumbu meresap lalu angkat dan tiriskan
Jemur hingga kering








5. Jemblem

 Jemblem juga makan tradisional yang ada di Ngawi. Makanan ini sangat di gemari oleh banyak kalangan masyarakat karena rasanya yang legit dan manis.


Berikut cara pembuatan jeblem :
Bahan :
500 gram singkong parut
100 gram kelapa parut
½ sendok teh garam
1/8 sendok teh vanili bubuk
75 gram gula merah sisir untuk isi
Minyak goreng

Cara pembuatan :
Aduk rata singkong,kelapa parit,garam, dan vanili bubuk
Ambil sedikit campuran singkong,beri gula merah
Bentuk lonjong sambil di padatkan
Goreng dalam minyak yang sudah disiapkan di atas api sedang hingga matang dan warna berubah kuning kecoklatan
Kemudian angkat dan tiriskan



6.  Tape

Tape adalah salah satu jenis makanan favorit di Indonesia, tape adalah salah satu jenis makanan yang dihasilkan dari dari di fermentasikan, namun tetap halal, di Indonesia tape menjadi salah satu makanan khas dan biasa ada pada saat hari hari besar, seperti lebaran, puasa, maupun pada hari hari tertentu.
Tape memiliki rasa yang beragam ada yang rasanya manis, segar, ada juga yang rasanya kecut atau asam, itu tergantung pada saat pembuatannya. Tape memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia, walaupun hasil dari fermentasi atau pembusukan namun dihalalkan dan tidak termasuk pada makanan yang memabukkan atau miras, namun tetap ada aturan aturan tertentu.
 Kunci utama Tape adalah di Bahan dan Ragi dimana bahan harus bersih dan tidak terkontaminasi dengan bahan lain seperti garam dan lain lain, maka dari itu saat pembuatan tape harus dipisahkan dengan bahan lain. Dan juga ragi, dimana ragi yang bagus akan menghasiilkan tape yang manis enak dan segar. Yang tidak kalah pentingnya adalah kebersihan, dimana kebersihan harus dijaga baik itu pada bahan-bahannya maupun alat yang akan digunakan, semua berpengaruh besar pada hasil tape yang nantinya kita buat, berikut adalah cara pembuatan tape :




Alat dan Bahan Membuat Tape Singkong
Alat :
Rinjing / wakul bambu
Baskom
Pisau pengupas
Panci
Sendok
Kompor
Saringan
Tampah bambu / nyiru
Saringan
Bahan :
Singkong 5 kg
Ragi 3 biji
Daun pisang
Cara Membuat Tape Singkong :
Kulit singkong dikupas dengan cara menyayat kulit secara memancang lalu menarik bagian kulitnya.
Setelah itu dikeringkan sampai lendirya hilang (sampai singkong terasa kesat).
Singkong dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil.
Masukan singkong kedalam panci, lalu rebus singkong sampai singkong sedikit retak lalu angkat dan cuci kembali dan kukus singkong ½ matang, lalu didinginkan dinyiru.
Bersihkan daun pisang yang akan digunakan untuk melapisi rinjing/bakul bambu sebagai media pemeraman singkong.
Haluskan ragi dengan cara menumbuk dengan sendok sampai menjadi serbuk.
Setelah singkong dingin, ragi ditaburkan secara merata.
Singkong yang telah beragi itu diatur kedalam rinjing/bakul bambu yang dilapisi dan dialasi dengan daun pisang yang bersih.
Tutup dengan daun rapat-rapat kemudian diperam selama 3 hari 2 malam. Selama pemeraman tidak boleh terkena tangan agar tape yang dihasilkan tidak kecut (asam).

7. BROWNIES KUKUS TEPUNG SINGKONG

Bahan – bahan :
250 gram tepung tapioka
250 gram gula pasir
50 gram coklat bubuk
25 gram susu bubuk
3 butir telur
25 gram margarin , lelehkan
125 gram dark cooking coklat , lelehkan
½ sdt vanilla
1 sdt cake emulsifier
½ sdt baking powder
Coklat meises, butter cream dan keju parut untuk topping
Cara membuat :
Siapkan kukusan terlebih dahulu, beri air secukupnya dan tutup rapat, biarkan mendidih dngan api sedang.
Ayak tepung tapioka, coklat bubuk, susu bubuk, dan baking powder bersama – sama agar tercampur rata dan tidak menggupal ketika dibuat adonan.
Kocok telur bersama gula pasir, vanila, dan cake emulsifier menggunakan mixer, kocok sebentar saja asal gula terlarut kedalam telur dan tidak perlu sampai mengembang.
Masukkan margarin dan dark chocolate yang sudah dilelehkan dan kocok lagi sebentar menggunakan mixer.
Masukkan campuran tepung yang sudah diayak sebelumnya dan aduk rata hingga adonan tercampur sempurna.
Siapkan loyang/cetakan dan tuang hingga mendekati penuh. Kukus dalam kukusan panas yang sudah kita persiapkan tadi dan tunggu kira-kira 15-20 menit.
Jika sudah matang, keluarkan brownies dari cetakan dan hidangkan brownies dengan dihiasi topping butter cream, coklat meises dan keju atau sesuai selera.
























8.  Sayur Daun Singkong
Daun singkong adalah salah satu tumbuhan yang yang dapat dikonsumsi. Daun singkong ini biasanya hanya dibuang begitu saja, namun kali ini daun singkong akan kami buat menjadi sebuah masakan enak berupa sayur daun singkong kuah santan.
Makanan ini memiliki rasa yang enak dan gurih terutama jika dipadukan dengan bumbu-bumbu yang pas. Sangat mudah untuk membuat makanan yang satu ini dan mudah juga untuk mendapatkannya. Makanan ini biasanya memiliki rasa yang gurih dan pedas.

Bahan :
300 gr daun singkong muda yang sudah terpisah dengan tangkainya
1 liter santan kelapa
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
penyedap rasa secukupnya
minyak untuk menumis secukupnya
Bumbu halus :
2 buah cabe merah besar
20 buah cabe rawit hijau
3 siung bawang putih
5 butir bawang merah
3 butir kemiri sangrai
1/2 sendok teh ketumbar bubuk

Cara Membuat Sayur Daun Singkong :
Cuci daun singkong muda dengan air sampai benar-benar bersih, tiriskan
Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit minyak sampai harum
Masukkan daun salam dan lengkuas, aduk sampai layu
Tuang santan kedalam bumbu yang ditumis, diamkan sampai mendidih sambil diaduk-aduk
Masukkan daun singkong kedalam bumbu dan biarkan sampai matang
Tambahkan gula pasir, garam dan penyedap rasa, aduk sampai tercampur rata dan matang











9.   Sayur Bobor
Selain daun singkong di masak menjadi kuah pedas tadi, masyarakat Ngawi memasaknya menjadi sayur bobor.

Berikut cara pengolahannya :
Bahan dan bumbu :
4 ikat daun singkong, siangi dan rebus hingga empuk lalu tiriskan
100 gram tempe, tumbuk kasar
2 lembar daun salam
3 cm lengkuas, iris
garam dan gula secukupnya
kaldu bubuk instan (royco ayam) secukupnya
1 bungkus santa kara
1,5 liter air
½ sdt ketumbar bubuk
½ sdt merica bubuk
Haluskan lalu campurkan dengan tempe :
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 cm kencur
4 butir kemiri

Cara membuat sayur bobor:
Didihkan air, masukkan daun salam dan lengkuas. Masukkan tempe yang telah dicampur dengan bumbu halus kemudian masukkan singkong dan santan sambil diaduk.
Bubuhkan garam, gula. kaldu bubuk, ketumbar dan merica lalu masak dan aduk sesekali hingga matang. Angkat dan siap untuk disajikan.

















10.  Kripik Kulit Singkong
Bukan hanya daun dan juga buahnya saja yang bisa di olah menjadi berbagai macam makanan. Kulit singkong biasanya dibuang begitu saja karena merupakan limbah. Tetapi ternyata ditangan beberapa orang, kulit singkong ini dapat dijadikan sebagai bahan makanan, baik itu untuk dijadikan sayur atau keripik kulit singkong. Dan biasanya yang diambil adalah bagian kulit yang bewatna putih atau pink dang berada di bawah kulit bewarna coklat.
Cara Membuat Keripik Kulit Singkong

Kulit Singkong
Bahan:
Siapkan 300 g kulit singkong bagian dalam (warna putih/pink)
Siapkan 450 ml air
Siapkan 2 siung bawang putih, haluskan
Siapkan 1/ sdm ketumbar, haluskan
Siapkan 1/2 sdt garam
Siapkan 2 sdm gula merah sisir halus
Siapkan 500 g minyak goreng

Cara untuk Membuat Keripik Kulit Singkong Istimewa:
Pertama kita siapkan panci dan masukkan air lalu masak sampai mendidih.
Jika sudah berikutnya masukkan kulit singkong dan rebus selama 5 menit lalu angkat dan tiriskan.
Selanjutnya kita potong bentuk persegi/sesuai selera anda kulit singkong yang sudah direbus lalu sisihkan.
Jika sudah kita masukkan bawang putih dan ketumbar yang sudah dihaluskan ke dalam kulit singkong lalu ditambahkan gula merah dan garam lalu aduk rata.
Berikutnya kita jemur kulit singkong di bawah terik sinar matahari selama 1-2 hari sampai kering.
Terakhir jika sudah kering kita panaskan minyak dan goreng kulit singkong sampai kering lalu angkat dan tiriskan serta sajikan untuk cemilan keluarga yang unik.




F. MANFAAT PENGOLAHAN DAN PENGEMBANGAN SINGKONG

Dari pengolahan dan pengembahan singkong ,kita dapat memperoleh banyak sekali manfaat. Antara lain adalah :
Mengetahui bahan makanan pokok alternatif lain yang dapat menggantikan bahan pokok utama yaitu padi yang harganya relatif mahal.
Bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, karena jika kita mengetaui bahwa singkong memiliki banyak sekali manfaat dan juga kita mengetahui cara mengembangkannya, kita dapat lebih hemat dalam kebutuhan sehari-hari khususnya pangan.
Memperoleh manfaat dari kandungan singkong,seperti : karbohidrat sebagai sumber tenaga dan protein sebagai pengganti jaringan-jaringan yang telah rusak.
 Dapat memperkenalkan hasil pengembangan bahan pangan singkong kepada masyarakat lain bahwa tidak hanya padi saja yang bisa menjadi sumber pokok utama dalam kehidupan sehari-hari.


















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Singkong adalah salah satu bahan pangan pangan lokal yang ada di Ngawi, Jawa Timur. Bahan pangan ini harus kita kembangkan dan kita olah menjadi makanan-makanan yang bergizi,sehat, dan bermanfaat. Selain untuk meningkatkan sumber daya pangan yang ada di Ngawi, kita sekaligus dapat meningkatkan perekonomian yang ada di Ngawi.






Kritik dan Saran
Demikian makalah ini kami buat. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kami meminta maaf  jika terdapat banyak salah. Disini kami baru belajar, mencari ilmu dan pengalaman untuk masa depan kami. Oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran untuk bisa membuat kami menjadi orang yang lebih baik,untuk membuat kami lebih bangkit dan selalu semangat dalam menuntut ilmu.














DAFTAR PUSTAKA

Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999.  Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura : Kanisius Yogyakarta
Danarti dan Sri Najiyati. 1998. Palawija, Budidaya dan Analisis Usaha Tani :Jakarta : Swadaya
Rahmat Rukmana, H.Ir. 1997. Ubi Kayu, Budidaya dan Pasca Panen : Yogyakarta : Kanisius 
http://indoagrow.wordpress.com/2012/02/10/budidaya -ubi-kayu/
http://epetani.deptan.go.id/budidaya/teknologi-budidaya-ubikayu-1499
http://www.google.com/kandungan gizi singkong dan kulitnya
http://www.blogger.com/munawir fahmi blog/pemanfaatan limbah kulit ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol
http://www.googleweblight.com







LAMPIRAN FOTO