BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sektor Pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Melihat hal tersebut pemerintah harusnya lebih memperhatihan kualitas dan kuantitas dalam sektor pertanian. Seperti yang kita ketahui, sektor pertanian di Indonesia khususnya di daerah Ngawi sangat besar dan luas. Buktinya, Ngawi di jadikan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, dengan penghasilan 400.000 ton/tahun.
Tidak hanya pada padi saja, bahan pangan lokal lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya di Ngawi. Misalnya: singkong,jagung,kacang,umbi-umbian, talas, dan jenis palawija lainnya.Tapi, Singkong merupakan bahan pangan yang mendominasi di daerah Ngawi selain padi.
Singkong adalah salah satu sumber pangan yang ada di Ngawi,Jawa Timur. Di lingkungan sekitar kami singkong banyak di olah menjadi tepung, kripik,gethuk, dan masih banyak lagi. Kemudian tepung tersebut bisa digunakan untuk membuat berbagai macam kue,roti,dan masih banyak lagi. Singkong merupakan sumber pangan yang mengandung banyak karbohidrat di dalamnya, sehingga singkong juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga pengganti nasi.
Manfaat singkong antara lain adalah :
Sumber karbohidrat dan Protein yang tinggi
Sebagai antioksidan,antikanker,antitumor, dan dapat meningkatkan nafsu makan
Dapat menyembuhkan beragam penyakit seperti rematik
B. Perumusan Masalah
Dalam makalah ini kami akan membahas masalah antara lain:
Bagaimana cara menciptakan kemandirian pangan ?
Apa masalah dan solusi tentang penanaman singkong ?
Bagaimana peranan singkong dalam meningkatkan kemandirian pangan ?
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah, makalah yang kami buat dengan tujuan sebagai berikut :
Memberi wawasan tentang kemandirian pangan di Kab.Ngawi yaitu singkong
Memberikan wawasan tentang masalah dan solusi tentang penanaman singkong
Memberi wawasan tentang peranan singkong dalam meningkatkan kemandirian pangan
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN PANGAN
Pangan adalah bahan-bahan yang di makan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pemeliharaan, pertumbuhan ,kerja, dan pergantian jaringan tubuh yang rusak. Pangan juga dapat diartikan sebagai bahan sumber gizi.
Kehidupan manusia tidak mungkin tanpa adanya ketersediaan sumber pangan. Jadi untuk mempertahankan kehidupan manusia,maka manusia harus makan secukupnya dan memenuhi gizi. Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi atau kebutuhan pokok (basic need). Sektor pangan sebagai sumber bahan (zat) gizi merupakan sektor yang strategis, hal ini di sebabkan oleh :
Produk pangan (terutama sektor pertanian) merupakan industri massal. Sektor pangan merupakan industri massal yang melibatkan banyak orang, baik di bidang produksi, pengolahan dan distribusi. Kegiatan produksi padi di Indonesia tahun 1995 saja melibatkan 20 juta usaha tani di mana 59% di antaranya menguasai kurang dari 0,75 Ha lahan. Bagi mereka sektor pangan merupakan sumber kehidupan dan penghidupan. Secara nasional, pertaniaan tanaman pangan menyumbang sekitar 19% dari pendapatan domestik bruto, ini merupakan sumbangan terbesar di antara 16 jenis lapangan industri yang ada.
Pangan di konsumsi oleh semua golongan/lapisan masyarakat Indonesia. Semakin besar jumlah anggota suatu keluarga akan semakin banyak mengkonsumsi bahan pangan dan makanan. Di negara-negara yang terlanda krisis seperti Indonesia, walaupun terdapat kecenderungan penurunan pengeluaran untuk pangan, tetapi pangan masih masih merupakan bagian yang cukup besar dari pengeluaran rumah tangga miskin di Indonesia. Pengeluaran tersebut dapat mencapai rata-rata 72,02% di mana 27,32% dari total pengeluaran adalah untuk bahan pangan pokok, yakni padi-padian dan hasilnya.
Pangan juga dapat dipengaruhi stabilitas Poleksosbudhankam. Kelangkaan pangan akan menyebabkan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu stabilitas komponen lain. Rakyat tanpa adanya pangan yang cukup akan terjadi kelaparan yang akan mengakibatkan suatu negara menjadi terganggu stabilitas baik ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan politiknya.
Hal ini dikarenakan bahwa semua aspek adalah suatu sistem kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Untuk itu penyediaan pangan yang cukup agar kita terhindar dari akses negatif dari kelangkaan pangan. Upaya penyediaan pangan di Indonesia melalui produksi pangan ternyata masih menghadapi permasalahan yang cukup mendasar.
B. MACAM-MACAM HASIL PANGAN YANG ADA DI NGAWI
Sektor pertanian di Indonesia khususnya di daerah Ngawi sangat besar dan luas. Buktinya, Ngawi di jadikan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, dengan penghasilan 400.000 ton/tahun.
Tidak hanya pada pagi saja, bahan pangan lokal lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya di Ngawi. Misalnya:
Singkong
Jagung
Kacang
umbi-umbian
jenis palawija lainnya
C. SINGKONG
Singkong adalah salah satu sumber pangan yang paling banyak kedua yang ada di Ngawi,Jawa Timur. Di masyarakat Ngawi singkong banyak di olah menjadi tepung, kripik,gethuk, dan masih banyak lagi. Kemudian tepung tersebut bisa digunakan untuk membuat berbagai macam kue,roti,dan masih banyak lagi.
Singkong merupakan sumber pangan yang mengandung banyak karbohidrat di dalamnya, sehingga singkong juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga pengganti nasi.
Manfaat singkong antara lain adalah :
1. Sumber karbohidrat dan Protein yang tinggi
2. Antioksidan
3. Antikanker
4. Antitumor
5. Peningkat nafsu makan
6. Dapat menyembuhkan beragam penyakit seperti rematik
D. PENANAMAN DAN PEMBUDIDAYAAN SINGKONG
Ketela pohon merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Ketela pohon berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Ketela pohon berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.
Klasifikasi tanaman ketela pohon adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan
Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji
Sub divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup
Kelas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculentaCrantz sin.
Varietas-varietas ketela pohon unggul yang akan ditanam pada lahan kami seluas 4x4 m2 ini adalah varietas biasa ditanam, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Di dunia ketela pohon merupakan komoditi perdagangan yang potensial. Negara negara sentra ketela pohon adalah Thailand dan Suriname. Sedangkan sentra utama ketela pohon di Indonesia di JawaTengah dan Jawa Timur.
1. Syarat Tumbuh
Curah hujan yang sesuai untuk tanaman ubi kayu antara 1.500 – 2.500 mm/tahun. Kelembaban udara optimal untuk tanaman ubi kayu antara 60-65%, dengan suhu udara minimal bagi tumbuhnya sekitar 10oC. Jika suhunya dibawah 100C, pertumbuhan tanaman akan sedikit terhambat. Selain itu, tanaman menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ubi kayu sekitar 10 jam/hari, terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
Tanah yang paling sesuai untuk ubi kayu adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros, serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia, dan mudah diolah. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ubi kayu adalah jenis aluvial, latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol, dan andosol.
Derajat kemasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ubi kayu berkisar antara 4,5 – 8,0 dengan pH ideal 5,8. Umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0 – 5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ubi kayu.
Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman ubi kayu antara 10-700 m dpl, sedangkan toleransinya antara 10-1.500 m dpl. Jenis ubi kayu tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat teretentu untuk dapat tumbuh optimal.
2. Pedoman Budidaya Ubi Kayu
a. Perbanyakan Tanaman
Ubi kayu diperbanyak dengan setek batang. Setek batang diperoleh dari hasil panenan tanaman sebelumnya. Setek diambil dari bagian tengah batang agar matanya tidak terlalu tua, tetapi juga tidak terlalu muda. Perbanyakan dengan biji hanya dilakuan oleh pemulia tanaman dalam mencari varietas unggul. Asal stek, diameter bibit, ukuran stek, dan lama penyimpanan bibit berpengaruh terhadap daya tumbuh dan produksi ubi kayu. Bibit yang dianjurkan sebagai berikut :
1. Stek berasal dari batang bagian tengah yang sudah berkayu
2. Panjang 15-20 cm
3. Diameter 2-3 cm
4. Tanpa Penyimpanan
b. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan antara lain adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Tanah yang baik untuk budi daya ubi kayu seharusnya memiliki struktur remah atau gembur, sejak fase awal pertumbuhan tanaman hingga panen. Pengolahan tanah juga bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma. Hal ini dilakukan agar ubi kayu tidak bersaing dengan berbagai gulma dalam mengambil hara tanah, pupuk dan air. Selain itu pengolahan tanah pada ubi kayu juga bertujuan untuk menerapkan sistem konservasi tanah untuk memperkecil peluang terjadinya erosi. Hal ini penting dilakukan agar kesuburan tanah tetap lestari, karena sentra ubi kayu didominasi lahan-lahan yang relatif peka erosi.
c. Cara tanam
Jika dimaksudkan untuk diambil umbinya, penanaman setek dilakukan secara vertikal berjarak 50 cm antar setek. Namun, jika dimaksudkan untuk diambil daunnya, setek dapat ditanam rapat secara mendatar agar tunas baru muncul dari setiap buku. Anjuran cara tanam sebagai berikut :
1. Pangkal stek dipotong rata atau runcing. Pangkal stek yang dipotong miring akan berdampak pada pertumbuhan akar yang tidak merata
2. Tanamlah stek dalam posisi vertical. Stek yang ditanam dalam posisi lain (miring 450 dan horizontal), akarnya tidak terdistribusi secara merata. Volume akar di tanah dan penyebarannya berpengaruh pada jumlah hara yang dapat diserap tanaman, selanjutnya berdampak pada produksi. Jangan terbalik, pemotongan ujung stek meruncing, membantu agar stek tidak ditanam terbalik.
3. Kedalaman tanam 15 cm, pada musim hujan maupun musim kemarau. Hal ini terkait dengan kelembaban tanah untuk menjaga kesegaran stek. Disarankan menanam dalam keadaan tanah gembur dan lembab. Tanah dengan kondisi ini akan menjamin kelancaran sirkulasi O2 dan CO2 serta meningkatkan aktivitas mikrobia tanah. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan daun untuk menghasilkan fotosintat secara maksimal yang akan ditranslokasikan ke tempat penyimpanan cadangan makanan (ubi) Ubi kayu secara maksimal pula.
d. Penanaman dan Penyulaman
Waktu tanam yang tepat bagi tanaman ubi kayu, secara umum adalah musim penghujan atau pada saat tanah tidak berair agar struktur tanah tetap terpelihara. Tanaman ubi kayu dapat ditanam di lahan kering, beriklim basah, waktu terbaik untuk bertanam yaitu awal musim hujan atau akhir musim hujan. Pada praktek penanaman lahan kami kali ini , stek ditanam pada bulan September ini.
Waktu penyulaman dilakukan saat ubi kayu mulai berumur 1-3 minggu. Bila penyulaman dilaksanakan sesudah umur 5 minggu, tanaman sulam akan tumbuh tidak sempurna karena ternaungi tanaman sekitarnya. Sediakan bibit khusus untuk sulam yang ditanam di pinggir atau tepi kebun.
e. Pengendalian gulma
Gulma harus dikendalikan karena gulma merupakan pesaing bagi tanaman ubi kayu khusunya untuk mengambil hara, pupuk dan air. Berikut adalah waktu yang tepat untuk pengendalian gulma yaitu :
1. Tiga bulan pertama, hal ini disebabkan pertumbuhan gulma yang lebat, karena tanah di antara tanaman belum tertutup sempurna oleh kanopi
2. Di saat panen, dengan tujuan menurunkan kesulitan panen, sehingga kehilangan hasil dapat dicegah dan mempermudah pengolahan tanah dan mengurangi populasi gulma pada musim tanam berikutnya.
f. Pemupukan
Tanaman ubi kayu memerlukan pupuk dalam penanaman, karena unsur hara yang diserap oleh ubi kayu per satuan waktu dan luas lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pangan yang berproduktivitas tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa hara terbawa panenuntuk setiap ton umbi segar adalah 6,54 Kg N, 2,24 P2O5, dan 9,32 Kg K2O/ha/musim atau pada tingkat hasil 30 ton/ha sebesar 147,6 Kg N, 47,4 Kg P2O5, dan 179,4 Kg K2O/ha/musim. Hara tersebut harus diganti melalui pemupukan setiap musim. Tanpa pemupukan akan terjadi pengurasan hara, Sehingga kesuburan hara menurun dan produksi dan produksi ubi kayu akan menurun. Berikut adalah dosis pupuk yang berimbang untuk budi daya ubi kayu :
1. Pupuk Organik : 5 – 10 ton/ha setiap musim tanam
2. Urea : 150 – 200 Kg/ha
3. SP36 : 100 Kg/ha
4. KCl : 100 – 150 Kg/ha
Tehnik pemberian dosis pupuk untuk tanaman ubi kayu adalah, berikan pupuk organik + 1/3 Urea + 1/3 KCl sebagai pupuk dasar pada saat pembuatan guludan. Lalu sisa dosis diberikan pada bulan ketiga atau keempat.
g. Pengairan dan Penyiraman
Kondisi lahan Ketela pohon dari awal tanam sampai umur + 4–5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung .
h. Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyakit utama tanaman ubi kayu adalah bakteri layu (Xanthomonas campestris pv. manihotis) dan hawar daun (Cassava Bacterial Blight/CBB). Kerugian hasil akibat CBB diperkirakan sebesar 8% untuk varietas yang agak tahan, dan mencapai 50 – 90% untuk varietas yang agak rentan dan rentan. Varetas Adira-4, Malang-6, UJ-3, dan UJ-5 tahan terhadap kedua penyakit ini.
Hama utama ubi kayu adalah tungau merah (Tetranychus urticae). Hama ini menyerang hanya pada musim kemarau dan menyebabkan rontoknya daun, tetapi petani hanya menganggap keadaan tersebut sebagai akibat kekeringan. Penelitian menunjukkan penurunan hasil akibat serangan hami ini dapat mencapai 20 – 53%, tergantung umur tanaman dan lama serangan. Bahkan berdasarkan penelitian di rumah kaca. Serangan tungau merah yang parah dapat mengakibatkan kehilangan hasil ubi kayu hingga 95%. Tungau dapat menyebabkan kerusakan tanaman ubi kayu dengan cara mengurangi luas areal fotosintesis dan akhirnya mengakibatkan penurunan hasil panen ubi kayu. Kerusakan tanaman dapat diperparah oleh kondisi musim kering, kondisi tanaman stress air, dan kesuburan tanah yang rendah.
Untuk pengendalian tungau merah sebaiknya ubi kayu ditanam di lahan pada awal musim hujan untuk mencegah terjadinya serangan tungau, dengan tenggang waktu maksimum 2 bulan. Jika terlambat ditanam, peluang terjadinya serangan lebih lama sehingga kehilangan hasil yang ditimbulkan semakin tinggi. Namun cara yang paling praktis, stabil dan ekonomis adalah dengan menanam varietas yang tahan tungau. Varietas Adira-4 dan Malang-6 cukup tahan tungau, sedangkan UJ-5 dan UJ-3 peka tungau. Sebaiknya UJ-3 dan UJ-5 sebaiknya ditanam di daerah-daerah yang mempunyai bulan basah cukup panjang (seperti Lampung) sehingga serangan tungau yang dialami tidak berat. UJ-3 dan UJ-5 kurang bagus ditanam di daerah yang mempunyai musim kering relatif panjang.
i. Panen
Kriteria utama umur panen ubi kayu adalah kadar pati optimal, yakni pada saat tanaman berumur 7-9 bulan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan daun mulai berkurang, warna daun mulai agak menguning, dan banyak daun yang rontok. Sifat khusus ubi kayu ialah bobot ubi kayu meningkat dengan bertambahnya umur tanaman, sedangkan kadar pati cenderung stabil pada umur 7-9 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa umur panen ubi kayu fleksibel. Tanaman dapat dipanen pada umur 7 bulan atau ditunda hingga 12 bulan. Namun penundaan umur panen hanya dapat dilakukan di daerah beriklim basah dan tidak sesuai di daerah beriklim kering. Berikut adalah tehnik panen yang benar :
1. Buanglah batang – batang ubi kayu terlebih dahulu.
2. Tinggalkan pangkal batang + 10 cm untuk memudahkan pencabutan
3. Cabutlah tanaman dengan tangan menggunakan tenaga dari seluruh tubuh, sehingga umbinya dapat diangkat keluar dari tanah.
4. Pada tanah berat, pakailah alat pengungkit berupa sepotong bambu atau kayu. Ikat pangkal batang dengan kayu, ujung pengungkit diletakkan di atas bahu, kemudian angkatlah perlahan – lahan ke atas.
E. PENGOLAHAN DAN PENGEMBANGAN SINGKONG
Singkong dapat di olah dan di kembangkan menjadi banyak sekali makanan. Antara lain adalah :
Tepung Tapioka
Nasi Tiwul
Getuk
Kripik
Jemblem
Tape
Selain singkongnya, daun singkong juga bisa bisa di olah menjadi berbagai macam makanan . Antara lain adalah :
1) Sayur Kuah Santan
2) Sayur Bobor
Tidak hanya singkong dan daun singkong saja yang bisa di olah menjadi makanan. Bahkan kulit singkongpun juga bisa di olah menjadi makanan.
Antara lain adalah : kripik balado kulit singkong
Berikut ini cara-cara pengolahanannya :
1. Tepung Tapioka
Tepung merupakan salah satu bahan pokok yang harus kita gunakan untuk membuat roti,kue,dan lainnya. Tepung bukan hanya dari beras saja, singkong juga bisa di olah menjadi tepung yang disebut tepung tapioka.
Berikut cara-cara membuat tepung tapioka :
Kupas singkong dari kulitnya.
Bersihkan singkong menggunakan air bersih dan pastikan lendir yang berada diantara kulit dan daging umbi juga bersih. Pembersihan bisa dilakukan dengan cara menyikat permukaan umbi singkong.
Potong-potong singkong setipis mungkin, ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengeringan nantinya.
Rendam singkong dalam air bersih selama minimal 2 hari 2 malam, proses ini akan menghasilkan endapan tepung tapioka. Pisahkan tepung dan keringkan untuk keperluan berikutnya.
Selama proses perendaman, air harus diganti maksimal 24 jam sekali atau lebih bagus 12 jam sekali, jika tidak hasil tepung akan menyisakan bau seperti bau singkong yang busuk terendam.
Angkat singkong dari rendaman dan jemur hingga benar-benar kering dengan kadar air kurang lebih 10%, cirinya singkong mulai lapuk/rapuh.
Saatnya proses penggilingan, jika tidak ada alat giling kita juga bisa menumbuknya menggunakan lumpang hanya saja prosesnya lebih lama.
Ayak singkong hasil tumbukan dengan ayakan tepung, alat ini banyak dijual di toko tempat penjualan perkakas rumah tangga. Sisa ayakan dapat ditumbuk kembali sampai benar-benar halus.
Satukan tepung hasil ayakan dengan tepung tapioka yang diperoleh dari hasil perendaman dan jemur kembali sampai benar-benar kering.
Jika tidak digunakan secara langsung simpan pada wadah/plastik yang tertutup rapat.
Dari tepung tapioka tadi, kita dapat mengembangkan lagi menjadi kue maupun roti. Sehingga kita tidak harus selalu menggunakan tepung beras sebagai bahan pokoknya.
2. Nasi Tiwul
Tiwul merupakan salah satu makanan khas masyarakat Ngawi yang terbuat dari gaplek atau singkong kering yang diolah kemudian diberi taburan berupa kelapa parut. Kandungan kalori yang ada didalam tiwul lebih rendah dari pada nasi, jadi tiwul sudah memenuhi kriteria sebagai bahan panganan pengganti nasi. Di zaman penjajahan belanda, tiwul merupakan makanan pokok pengganti beras karena masyarakat Indonesia saat itu tidak sempat untuk bercocok tanam apalagi harus bertani.
Adapun cara membuat tiwul antara lain :
Bahan :
1. 350 gram singkong (yang sudah dikupas kulitnya lalu jemur kurang lebih 3-4 hari).
2. 1 gelas air matang.
3. 150 gram gula merah (sisir halus).
4. 200 gram kelapa parut.
5. 2 lembar daun pandan (kira-kira ukuran 20 cm lalu ikat simpul).
6. 1 tangkai daun pisang (ambil daunnya saja).
7. Garam secukupnya.
Cara membuat :
Mula tumbuk kasar singkong yang sudah kering sambil dipercik-percikkan air, biasanya kebanyakan orang menyebut singkong kering ini gaplek. Tumbuk hingga gaplek membentuk butiran-butiran kecil.
Selanjutnya gaplek yang telah ditumbuk tadi beri tambahan gula merah Mula kemudian bungkus gaplek sperti membungkus pepes ikan dengan menggunakan daun pisang. Setelah semua gaplek dibungkus lalu kukus gaplek hinnga matang.
Cara membuat taburan kelapa untuk gaplek antara lain : kukus parutan kelapa bersama dengan daun pandan dan garam dengan waktu kira-kira 15-20 menit, kemudian angkat.
Terakhir angkat dan sajian tiwul yang telah matang tadi bersama dengan kelapa parut yang sudah dikukus.
3. Gethuk
Gethuk merupakan salah satu makanan tradisional yang ada di Ngawi yang terbuat dari singkong. Rasa dari gethuk adalah manis. Sekarang gethuk sudah di kembangkan menjadi berbagai macam warna menggunakan pewarna makanan,sehingga warna gethuk ada yang merah dan hijau sedangkan yang asli warnanya adalah coklat. Berikut cara membuat gethuk :
Bahan :
1.000 gram singkong
125 ml air
225 gtam gula merah
3 sendok makan gula pasir/secukupnya
½ sendok teh panili
½ sendok teh garam/secukupnya
100 gram kelapa parut
Bahan Taburan : kelapa muda secukupnya dan garam secukupnya
Cara pembuatan :
Kupas singkong kemudian cuci hingga bersih
Sisir hlus gula merah
Siapkan panci,lalu masukkan air dengan gula merah yang telah disisir
Rebus sampai air mendidih dan gula merah larut
Potong singkong sesuai selera
Kukus singkong sampai empuk/matang
Haluskan singkong ketika masih panas
Tuangkang rebusan gula merah
Uleni menggunakan tangan sampai lembut
Siapkan nampan berbentuk kotak,lalu masukkan adonan ke dalam nampan tersebut hingga merata.
Potong-potong getuk sesuai dengan ukuran
Cara membuat taburan :
Siapkan kembali alat untuk mengukus
Kukus kembali kelapa parut bersama dengan garam
Tunggu 15 menit
Kemudian angkat
Terakhir taburkan kukusan kelapa parut pada gethuk.
4. Kripik
Kripik adalah makanan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak sekali macam kripik ,misalnya adalah kripik tempe,kripik umbi jalar , dan kripik ubikayu. Dari kripik-kripik tersebut terdapat banyak sekali variannya.Kripik tempe adalah makanan khas Ngawi yang sangat terkenal. Namun sekarang kami akan membuat kripik yang terbuat dari singkong.
Cara membuat kripik singkong :
Kupas dan pisahkan kulit singkong dengan dagingnya
Kemudian cuci hingga bersih
Iris dengan ukuran yang sedang
Rebus singkong dan beri bumbu penyedap rasa secukupnya
Aduk hingga merata dan rebus lagi dengan api sedang
Setelah bumbu meresap lalu angkat dan tiriskan
Jemur hingga kering
5. Jemblem
Jemblem juga makan tradisional yang ada di Ngawi. Makanan ini sangat di gemari oleh banyak kalangan masyarakat karena rasanya yang legit dan manis.
Berikut cara pembuatan jeblem :
Bahan :
500 gram singkong parut
100 gram kelapa parut
½ sendok teh garam
1/8 sendok teh vanili bubuk
75 gram gula merah sisir untuk isi
Minyak goreng
Cara pembuatan :
Aduk rata singkong,kelapa parit,garam, dan vanili bubuk
Ambil sedikit campuran singkong,beri gula merah
Bentuk lonjong sambil di padatkan
Goreng dalam minyak yang sudah disiapkan di atas api sedang hingga matang dan warna berubah kuning kecoklatan
Kemudian angkat dan tiriskan
6. Tape
Tape adalah salah satu jenis makanan favorit di Indonesia, tape adalah salah satu jenis makanan yang dihasilkan dari dari di fermentasikan, namun tetap halal, di Indonesia tape menjadi salah satu makanan khas dan biasa ada pada saat hari hari besar, seperti lebaran, puasa, maupun pada hari hari tertentu.
Tape memiliki rasa yang beragam ada yang rasanya manis, segar, ada juga yang rasanya kecut atau asam, itu tergantung pada saat pembuatannya. Tape memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia, walaupun hasil dari fermentasi atau pembusukan namun dihalalkan dan tidak termasuk pada makanan yang memabukkan atau miras, namun tetap ada aturan aturan tertentu.
Kunci utama Tape adalah di Bahan dan Ragi dimana bahan harus bersih dan tidak terkontaminasi dengan bahan lain seperti garam dan lain lain, maka dari itu saat pembuatan tape harus dipisahkan dengan bahan lain. Dan juga ragi, dimana ragi yang bagus akan menghasiilkan tape yang manis enak dan segar. Yang tidak kalah pentingnya adalah kebersihan, dimana kebersihan harus dijaga baik itu pada bahan-bahannya maupun alat yang akan digunakan, semua berpengaruh besar pada hasil tape yang nantinya kita buat, berikut adalah cara pembuatan tape :
Alat dan Bahan Membuat Tape Singkong
Alat :
Rinjing / wakul bambu
Baskom
Pisau pengupas
Panci
Sendok
Kompor
Saringan
Tampah bambu / nyiru
Saringan
Bahan :
Singkong 5 kg
Ragi 3 biji
Daun pisang
Cara Membuat Tape Singkong :
Kulit singkong dikupas dengan cara menyayat kulit secara memancang lalu menarik bagian kulitnya.
Setelah itu dikeringkan sampai lendirya hilang (sampai singkong terasa kesat).
Singkong dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil.
Masukan singkong kedalam panci, lalu rebus singkong sampai singkong sedikit retak lalu angkat dan cuci kembali dan kukus singkong ½ matang, lalu didinginkan dinyiru.
Bersihkan daun pisang yang akan digunakan untuk melapisi rinjing/bakul bambu sebagai media pemeraman singkong.
Haluskan ragi dengan cara menumbuk dengan sendok sampai menjadi serbuk.
Setelah singkong dingin, ragi ditaburkan secara merata.
Singkong yang telah beragi itu diatur kedalam rinjing/bakul bambu yang dilapisi dan dialasi dengan daun pisang yang bersih.
Tutup dengan daun rapat-rapat kemudian diperam selama 3 hari 2 malam. Selama pemeraman tidak boleh terkena tangan agar tape yang dihasilkan tidak kecut (asam).
7. BROWNIES KUKUS TEPUNG SINGKONG
Bahan – bahan :
250 gram tepung tapioka
250 gram gula pasir
50 gram coklat bubuk
25 gram susu bubuk
3 butir telur
25 gram margarin , lelehkan
125 gram dark cooking coklat , lelehkan
½ sdt vanilla
1 sdt cake emulsifier
½ sdt baking powder
Coklat meises, butter cream dan keju parut untuk topping
Cara membuat :
Siapkan kukusan terlebih dahulu, beri air secukupnya dan tutup rapat, biarkan mendidih dngan api sedang.
Ayak tepung tapioka, coklat bubuk, susu bubuk, dan baking powder bersama – sama agar tercampur rata dan tidak menggupal ketika dibuat adonan.
Kocok telur bersama gula pasir, vanila, dan cake emulsifier menggunakan mixer, kocok sebentar saja asal gula terlarut kedalam telur dan tidak perlu sampai mengembang.
Masukkan margarin dan dark chocolate yang sudah dilelehkan dan kocok lagi sebentar menggunakan mixer.
Masukkan campuran tepung yang sudah diayak sebelumnya dan aduk rata hingga adonan tercampur sempurna.
Siapkan loyang/cetakan dan tuang hingga mendekati penuh. Kukus dalam kukusan panas yang sudah kita persiapkan tadi dan tunggu kira-kira 15-20 menit.
Jika sudah matang, keluarkan brownies dari cetakan dan hidangkan brownies dengan dihiasi topping butter cream, coklat meises dan keju atau sesuai selera.
8. Sayur Daun Singkong
Daun singkong adalah salah satu tumbuhan yang yang dapat dikonsumsi. Daun singkong ini biasanya hanya dibuang begitu saja, namun kali ini daun singkong akan kami buat menjadi sebuah masakan enak berupa sayur daun singkong kuah santan.
Makanan ini memiliki rasa yang enak dan gurih terutama jika dipadukan dengan bumbu-bumbu yang pas. Sangat mudah untuk membuat makanan yang satu ini dan mudah juga untuk mendapatkannya. Makanan ini biasanya memiliki rasa yang gurih dan pedas.
Bahan :
300 gr daun singkong muda yang sudah terpisah dengan tangkainya
1 liter santan kelapa
2 cm lengkuas
2 lembar daun salam
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
penyedap rasa secukupnya
minyak untuk menumis secukupnya
Bumbu halus :
2 buah cabe merah besar
20 buah cabe rawit hijau
3 siung bawang putih
5 butir bawang merah
3 butir kemiri sangrai
1/2 sendok teh ketumbar bubuk
Cara Membuat Sayur Daun Singkong :
Cuci daun singkong muda dengan air sampai benar-benar bersih, tiriskan
Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit minyak sampai harum
Masukkan daun salam dan lengkuas, aduk sampai layu
Tuang santan kedalam bumbu yang ditumis, diamkan sampai mendidih sambil diaduk-aduk
Masukkan daun singkong kedalam bumbu dan biarkan sampai matang
Tambahkan gula pasir, garam dan penyedap rasa, aduk sampai tercampur rata dan matang
9. Sayur Bobor
Selain daun singkong di masak menjadi kuah pedas tadi, masyarakat Ngawi memasaknya menjadi sayur bobor.
Berikut cara pengolahannya :
Bahan dan bumbu :
4 ikat daun singkong, siangi dan rebus hingga empuk lalu tiriskan
100 gram tempe, tumbuk kasar
2 lembar daun salam
3 cm lengkuas, iris
garam dan gula secukupnya
kaldu bubuk instan (royco ayam) secukupnya
1 bungkus santa kara
1,5 liter air
½ sdt ketumbar bubuk
½ sdt merica bubuk
Haluskan lalu campurkan dengan tempe :
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 cm kencur
4 butir kemiri
Cara membuat sayur bobor:
Didihkan air, masukkan daun salam dan lengkuas. Masukkan tempe yang telah dicampur dengan bumbu halus kemudian masukkan singkong dan santan sambil diaduk.
Bubuhkan garam, gula. kaldu bubuk, ketumbar dan merica lalu masak dan aduk sesekali hingga matang. Angkat dan siap untuk disajikan.
10. Kripik Kulit Singkong
Bukan hanya daun dan juga buahnya saja yang bisa di olah menjadi berbagai macam makanan. Kulit singkong biasanya dibuang begitu saja karena merupakan limbah. Tetapi ternyata ditangan beberapa orang, kulit singkong ini dapat dijadikan sebagai bahan makanan, baik itu untuk dijadikan sayur atau keripik kulit singkong. Dan biasanya yang diambil adalah bagian kulit yang bewatna putih atau pink dang berada di bawah kulit bewarna coklat.
Cara Membuat Keripik Kulit Singkong
Kulit Singkong
Bahan:
Siapkan 300 g kulit singkong bagian dalam (warna putih/pink)
Siapkan 450 ml air
Siapkan 2 siung bawang putih, haluskan
Siapkan 1/ sdm ketumbar, haluskan
Siapkan 1/2 sdt garam
Siapkan 2 sdm gula merah sisir halus
Siapkan 500 g minyak goreng
Cara untuk Membuat Keripik Kulit Singkong Istimewa:
Pertama kita siapkan panci dan masukkan air lalu masak sampai mendidih.
Jika sudah berikutnya masukkan kulit singkong dan rebus selama 5 menit lalu angkat dan tiriskan.
Selanjutnya kita potong bentuk persegi/sesuai selera anda kulit singkong yang sudah direbus lalu sisihkan.
Jika sudah kita masukkan bawang putih dan ketumbar yang sudah dihaluskan ke dalam kulit singkong lalu ditambahkan gula merah dan garam lalu aduk rata.
Berikutnya kita jemur kulit singkong di bawah terik sinar matahari selama 1-2 hari sampai kering.
Terakhir jika sudah kering kita panaskan minyak dan goreng kulit singkong sampai kering lalu angkat dan tiriskan serta sajikan untuk cemilan keluarga yang unik.
F. MANFAAT PENGOLAHAN DAN PENGEMBANGAN SINGKONG
Dari pengolahan dan pengembahan singkong ,kita dapat memperoleh banyak sekali manfaat. Antara lain adalah :
Mengetahui bahan makanan pokok alternatif lain yang dapat menggantikan bahan pokok utama yaitu padi yang harganya relatif mahal.
Bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, karena jika kita mengetaui bahwa singkong memiliki banyak sekali manfaat dan juga kita mengetahui cara mengembangkannya, kita dapat lebih hemat dalam kebutuhan sehari-hari khususnya pangan.
Memperoleh manfaat dari kandungan singkong,seperti : karbohidrat sebagai sumber tenaga dan protein sebagai pengganti jaringan-jaringan yang telah rusak.
Dapat memperkenalkan hasil pengembangan bahan pangan singkong kepada masyarakat lain bahwa tidak hanya padi saja yang bisa menjadi sumber pokok utama dalam kehidupan sehari-hari.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Singkong adalah salah satu bahan pangan pangan lokal yang ada di Ngawi, Jawa Timur. Bahan pangan ini harus kita kembangkan dan kita olah menjadi makanan-makanan yang bergizi,sehat, dan bermanfaat. Selain untuk meningkatkan sumber daya pangan yang ada di Ngawi, kita sekaligus dapat meningkatkan perekonomian yang ada di Ngawi.
Kritik dan Saran
Demikian makalah ini kami buat. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kami meminta maaf jika terdapat banyak salah. Disini kami baru belajar, mencari ilmu dan pengalaman untuk masa depan kami. Oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran untuk bisa membuat kami menjadi orang yang lebih baik,untuk membuat kami lebih bangkit dan selalu semangat dalam menuntut ilmu.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura : Kanisius Yogyakarta
Danarti dan Sri Najiyati. 1998. Palawija, Budidaya dan Analisis Usaha Tani :Jakarta : Swadaya
Rahmat Rukmana, H.Ir. 1997. Ubi Kayu, Budidaya dan Pasca Panen : Yogyakarta : Kanisius
http://indoagrow.wordpress.com/2012/02/10/budidaya -ubi-kayu/
http://epetani.deptan.go.id/budidaya/teknologi-budidaya-ubikayu-1499
http://www.google.com/kandungan gizi singkong dan kulitnya
http://www.blogger.com/munawir fahmi blog/pemanfaatan limbah kulit ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol
http://www.googleweblight.com
LAMPIRAN FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar